Amerika Serikat Beli 2 Juta Dosis Obat HIV untuk Bantuan

Newswire
Newswire Jum'at, 05 September 2025 22:27 WIB
Amerika Serikat Beli 2 Juta Dosis Obat HIV untuk Bantuan

HIV/AIDS - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, ISTANBUL - Amerika Serikat akan membeli dua juta dosis obat pencegah HIV, lenacapavir, untuk didistribusikan ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah hingga tahun 2028, kata Departemen Luar Negeri AS, Kamis.

“Kami berharap, bersama Global Fund, bisa membantu dua juta orang mendapatkan obat ini dalam tiga tahun ke depan, dan mungkin lebih,” kata pejabat senior Departemen Luar Negeri AS, Jeremy Lewin, seperti dikutip Los Angeles Times.

Langkah ini ditujukan untuk melindungi kelompok paling rentan, termasuk ibu hamil dan menyusui, sebut laporan itu.

Program ini akan dijalankan melalui inisiatif PEPFAR, bekerja sama dengan pemerintah negara-negara yang paling terdampak HIV.

PEPFAR (President’s Emergency Plan for AIDS Relief) adalah program pemerintah AS yang diluncurkan pada 2003 untuk memerangi HIV/AIDS secara global, khususnya di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Lenacapavir merupakan suntikan dua kali setahun yang dianggap terobosan dalam metode pencegahan (PrEP), karena memberikan perlindungan selama enam bulan — berbeda dari pil harian yang sulit dikonsumsi secara rutin.

Uji klinis pada kelompok berisiko tinggi menunjukkan obat ini hampir sepenuhnya mencegah infeksi baru.

Perusahaan farmasi Gilead Sciences akan menjual dosis lenacapavir tanpa mengambil untung untuk digunakan di negara-negara terdampak. Sementara versi generiknya direncanakan untuk kawasan Afrika, Asia Tenggara, dan Karibia.

Secara global, HIV masih menjadi tantangan besar, dengan 1,3 juta infeksi baru setiap tahun dan hampir 40 juta orang hidup dengan virus tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara - Anadolu

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online