Balita Terjebak Lubang Proyek Manggarai Meninggal Dunia
Balita tewas setelah terjebak lubang proyek di Manggarai, Tebet. Evakuasi berlangsung empat jam sebelum korban dibawa ke rumah sakit.
Prajurit TNI dari Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Kontingen Garuda Indobatt XXIII-R/UNIFIL membersihkan puing-puing dari badan jalan untuk membuka jalur distribusi logistik di Lebanon Selatan, Senin (4/11/2024). (ANTARA/HO-Penerangan Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-R/UNIFIL.)
Harianjogja.com, JAKARTA— Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam serangan Israel di dekat kontingen pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).
Juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers mengatakan bahwa Sekjen PBB itu menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas insiden yang terjadi pada 2 September 2025 di mana drone atau pesawat tanpa awak pasukan Israel menjatuhkan granat di sekitar pasukan penjaga perdamaian UNIFIL.
BACA JUGA: Israel Bombardir Rumah Sakit Nasser di Gaza, Portugas Kecam Keras
Dia juga mengatakan pasukan penjaga perdamaian UNIFIL tersebut sedang melaksanakan tugas yang diamanatkan untuk mendukung implementasi resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
Dengan menyebut tindakan Israel itu sebagai "salah satu serangan paling serius terhadap UNIFIL," Dujarric juga mengatakan bahwa "satu granat mengenai sasaran dalam jarak 20 meter dan tiga granat dalam jarak sekitar 100 meter dari personel dan kendaraan PBB.
Drone-drone tersebut terpantau kembali ke selatan Garis Biru, atau di sisi Israel. "Syukurlah, tidak ada (personil pasukan PBB) yang terluka," tambahnya.
Dujarric mengatakan bahwa Guterres “menekankan bahwa tindakan apa pun yang membahayakan nyawa pasukan penjaga perdamaian sama sekali tidak dapat diterima,” menuntut semua pihak “menjunjung tinggi tanggung jawab mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian serta keamanan instalasi PBB.”
Insiden itu terjadi hanya beberapa hari setelah Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat memperbarui mandat UNIFIL untuk terakhir kalinya pada 28 Agustus.
UNIFIL telah beroperasi di Lebanon selatan sejak 1978 dan diperkuat secara signifikan berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 setelah perang tahun 2006 antara Israel dan kelompok perlawanan Israel, Hezbollah.
Perang lintas batas antara Hezbollah dan pasukan Israel dimulai pada Oktober 2023, setelah serangan Hamas di Israel. Perang ini meningkat menjadi perang skala penuh pada September 2024, menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai 17 ribu orang.
Gencatan senjata dicapai pada November, tetapi Israel telah melancarkan serangan hampir setiap hari di Lebanon selatan sejak saat itu, dengan klaim menargetkan aktivitas Hezbollah.
Israel seharusnya menarik diri sepenuhnya dari Lebanon selatan awal tahun ini, tetapi masih mempertahankan kehadiran militer di lima pos perbatasan.
Indonesia sendiri telah berpartisipasi dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanoan pada 2006, serta pada April 2025, Indonesia telah mengirimkan 1.090 prajurit untuk berpartisipasi dalam misi perdamaian UNIFIL ke Lebanon, dan akan bertugas sampai 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Balita tewas setelah terjebak lubang proyek di Manggarai, Tebet. Evakuasi berlangsung empat jam sebelum korban dibawa ke rumah sakit.
Kemenkeu memperpanjang penempatan dana Rp281 triliun di Himbara hingga akhir 2026 dan menyiapkan dana siaga Rp100 triliun untuk menjaga likuiditas bank.
Bayi perempuan ditemukan di kebun jagung Klaten dalam kondisi memprihatinkan. Polisi menyelidiki dugaan pembuangan bayi, sementara korban dirawat intensif.
Bulog menarik Minyakita produksi PT KMR yang diduga berbau solar di tiga daerah Jateng dan memastikan seluruh produk diganti.
Kemenko PMK mengkaji isu 60.000 calon mahasiswa mundur dari SNBP dan menelusuri dugaan penyebab, termasuk faktor UKT serta kondisi ekonomi.
Laba bersih BEI mencapai Rp1,07 triliun pada 2025, naik 59,4% dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia.