Hubungan Memanas! Proyek Galangan Kapal AS-Korsel Berpotensi Gagal
Kepastian dana investasi US$350 miliar yang disepakati dalam kerangka perjanjian dagang antara Amerika Serikat dan Korea Selatan mandek.
Presiden AS Donald Trump (kiri) menerima bola sepak dari Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dalam konferensi pers bersama setelah keduanya bertemu membahas sejumlah isu di Helsinki, Finlandia, Senin (16/7). - Reuters/Grigoriy Dukor
Harianjogja.com, JAKARTA—Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov angkat bicara terkait rencana Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk melakukan pembicaraan trilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Tolchenov mengatakan, Rusia berkomitmen untuk melanjutkan pembicaraan langsung dengan kedua negara untuk mengakhiri perang di Ukraina. Dia pun menegaskan Rusia siap untuk melakukan dialog dalam bentuk apapun.
BACA JUGA: Tes DNA Ridwan Kamil Diumumkan Hari Ini
"Kami siap untuk bentuk pembicaraan apa pun—satu lawan satu, satu lawan dua, baik bilateral maupun trilateral," jelas Tolchenov dalam media briefing di Kediaman Dubes Rusia untuk Indonesia di Jakarta pada Rabu (20/8/2025).
Di sisi lain, dia menilai pembicaraan trilateral tingkat tinggi antara para pemimpin negara sebaiknya tidak dilakukan terburu-buru. Dia menuturkan, upaya penyelesaian perang merupakan hal yang sangat serius yang harus dipersiapkan secara cermat.
Tolchenov menuturkan, untuk mencapai hasil yang optimal, persiapan pembicaraan harus dilakukan melalui negosiasi oleh para ahli, Kementerian Luar Negeri masing-masing negara, serta pihak terkait lainnya.
"Kami siap untuk melakukan perundingan tingkat tinggi, tetapi hal itu harus menjadi tahap terakhir dari proses negosiasi damai, bukan tahap awal. Jadi mari kita lanjutkan pembicaraan di tingkat ahli, lalu mungkin ke tingkat yang sedikit lebih tinggi," jelas Tolchenov.
Tolchenov juga menambahkan, pihaknya telah mengadakan pembicaraan sejenis bukan hanya pada 2022. Dia menuturkan, dialog tersebut juga berlanjut pada tahun ini dan telah diselenggarakan sebanyak sekitar tiga kali yang membahas teks perjanjian damai serta syarat-syarat dari perjanjian tersebut.
Namun, dia menuturkan perundingan-perundingan itu belum menghasilkan keputusan final. Tolchenov juga mengklaim pembicaraan tersebut selalu dilakukan atas inisiatif Rusia.
"Negosiasi harus terus dilanjutkan, dan kami siap. Setiap kali putaran pembicaraan ini berlangsung, bahkan tahun ini, selalu atas inisiatif pihak Rusia, bukan Ukraina," kata Tolchenov.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Kepastian dana investasi US$350 miliar yang disepakati dalam kerangka perjanjian dagang antara Amerika Serikat dan Korea Selatan mandek.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Kejagung masih menyelidiki dugaan pengurusan perkara yang menyeret Aspidum Kejati Sumsel Atang Pujiyanto.
Afgan menyiapkan 30 lagu hit untuk konser Retrospektif di Jakarta pada Juli 2026, termasuk Terima Kasih Cinta hingga Panah Asmara.
KNKT masih menyelidiki penyebab kecelakaan KRL di Bekasi Timur dengan memeriksa CCTV, black box, dan sistem persinyalan kereta.
IDAI mengingatkan bahaya monkey malaria yang menular lewat nyamuk dari monyet ke manusia dan bisa memicu infeksi berat hingga kematian.