Demo Besar di Eropa Meluas, Biaya Hidup hingga Perumahan Jadi Pemicu
Demonstrasi meluas di Eropa sejak September 2026. Krisis pendidikan, biaya hidup, perumahan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah memicu aksi di sejumlah negar
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, SEMARANG—Penemuan jenazah laki-laki di Reservoir Siranda, Kecamatan Gajahmungkur, Sabtu (16/8/2025), menggemparkan warga Kota Semarang. Saat ditemukan, korban dalam kondisi mengambang serta masih mengenakan pakaian lengkap beserta sepatunya.
BACA JUGA: KPK Tetapkan Lima Tersangka Penyaluran Bansos
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui bernama Dion Kusuma Pratama, 21, seorang pemuda asal Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Semarang. Sebelum ditemukan meninggal dunia, Dion sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak akhir Juli 2025.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, menjelaskan laporan kehilangan korban masuk pada 30 Juli 2025. Keesokan harinya, pihak keluarga resmi melapor ke Polrestabes Semarang karena Dion tidak kunjung pulang.
“Dari laporan itu, kami lakukan penyelidikan, ternyata korban sempat mendatangi salah satu tempat hiburan malam di Jalan Diponegoro,” kata AKBP Andika, Selasa (19/8/2025).
Dari hasil penelusuran, AKBP Andika menyebut pada malam kejadian korban dalam pengaruh alkohol. Kondisi itu membuat langkahnya tidak terkendali dan berjalan sempoyongan.
“Saat itu korban sempat terlibat perkelahian di depan lokasi hiburan malam. Namun kejadian bisa diredam setelah diamankan oleh pihak keamanan setempat,” bebernya.
Polisi kemudian mendalami rekaman kamera closed circuit television (CCTV) di sekitar Reservoir Siranda. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat sempat dibonceng oleh seseorang, lalu diturunkan di dekat reservoir.
Lebih lanjut, AKBP Andika menyampaikan korban sempat tertidur di pinggir jalan. Kemudian dia tampak berusaha memanjat pagar rumah warga di sekitar reservoir sebelum akhirnya hilang dari pantauan kamera.
“Dari CCTV, korban terlihat berjalan dan memanjat sendiri. Namun apakah ada pihak lain yang terlibat hingga menyebabkan korban masuk ke reservoir, itu yang masih kami dalami,” tukasnya.
Saat ini, hasil otopsi jenazah korban masih menunggu pihak rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian. Polisi telah berkoordinasi dengan tim dokter forensik, dan hasil resminya akan diumumkan segera setelah keluar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Demonstrasi meluas di Eropa sejak September 2026. Krisis pendidikan, biaya hidup, perumahan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah memicu aksi di sejumlah negar
Jadwal DAMRI YIA-Jogja 31 Oktober 2026 melayani lima tujuan. Cek jam keberangkatan, interval bus, dan tarif Rp80.000.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 31 Oktober menunjukkan hujan ringan di Kulonprogo dan Sleman. Simak suhu serta kelembapan lima wilayah.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 31 Oktober 2026 tersedia 6 kali sehari. Cek jadwal pulang-pergi dan tarif Rp12.000.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul 31 Oktober 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek jam dan tarifnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.