Kena Tarif Trump 50 Persen, Warga India Boikot Produk AS

Jumali
Jumali Selasa, 12 Agustus 2025 12:57 WIB
Kena Tarif Trump 50 Persen, Warga India Boikot Produk AS

Bendera India (Freepik)

Harianjogja.com, JOGJA—Warga India menyerukan boikot produk Amerika Serikat. Seruan ini ramai-ramai didengungkan di media sosial dan luring, menyusul kebijakan Presiden Donald Trumpmemungut tarif impor tinggi ke India sebesar 50 persen.

Padahal selama ini, India merupakan pasar utama bagi merek-merek ternama AS karena merupakan basis konsumen kaya yang terus bertambah. Banyak warga India tergila-gila dengan brand internasional karena menganggap hal tersebut simbol peningkatan mutu hidup.

BACA JUGA: Profil Darma Mangkulur, Cucu Presiden ke-2 RI Soeharto

"Kita telah mengantre untuk mendapatkan produk dari negara ribuan mil jauhnya. Kita dengan bangga menghabiskan uang untuk merek yang bukan milik kita, di saat para produsen dalam negeri berebut perhatian di negara mereka sendiri," kata Manish Chowdhary, co-founder Wow Skin Science, seperti dikutip Reuters.

CEO DriveU India, Rahm Shastry, dalam unggahannya di LinkedIn juga menyerukan agar India mulai menggenjot produk-produk dalam negeri. Ia menyebut

"India harus memiliki Twitter/Google/Youtube/WhatsApp/FB buatan sendiri, seperti yang dimiliki China,." tulisnya.

Seruan boikot kepada produk AS tidak hanya menargetkan McDonald's, tapi semua produk AS termasuk Coca Cola, Starbucks, hingga Apple.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online