Hotel Santika Jateng-DIY Perkuat Sinergi dengan Mitra
Santika Indonesia Hotels & Resorts Region Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng–DIY) menggelar Corporate Gathering Region Jateng–DIY 2026
Janji Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH) milik pasangan warga Desa Selodoko, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Wagiman dan Samiyem langsung terealisasi. - ist
BOYOLALI—Janji Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH) milik pasangan warga Desa Selodoko, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Wagiman dan Samiyem langsung terealisasi.
Berdasarian pantauan di lokasi, saat ini proses perbaikan rumah milik Wagiman sudah tahap pemasangan panel-panel instan.
Pendirian rumah sistem panel instan (Ruspin) itu dikerjakan oleh tim khusus dari Disperakim Provinsi Jawa Tengah dibantu gotong royong warga setempat.
“Ya saya senang sekali dibantu perbaikan rumah oleh Pak Gubernur Ahmad Luthfi,” kata Wagiman saat ditemui di rumahnya, Kamis (29/2025).
Ia tidak menyangka jika akhirnya didatangi langsung oleh Gubernur Luthfi dan diberi bantuan perbaikan rumah layak huni. Sebelumnya, ia tidak pernah berpikiran akan memiliki rumah yang layak.
“Rumah yang dulu itu dindingnya gedek, lalu kayu blandarnya sudah rapuh, jadi khawatir kalau tiba-tiba roboh,” katanya.
Raut kebahagiaan juga terlihat di wajah Samiyem. Beberapa kali ia tersenyum sambil melihat para tukang mengerjakan pembangunan rumahnya.
“Senang sekali bisa dibantu rumah. Saat itu yang datang ke sini Pak Gubernur,” kata dia.
BACA JUGA: Tahun Ini Visa Haji Furoda Tidak Terbit, Komnas Haji: Jangan Salahkan Pemerintah
Selain persoalan ekonomi, Samiyem tidak memiliki minat memperbaiki rumahnya, karena hanya tinggal berdua bersama suaminya, Wagiman.
“Saya tidak punya anak, ya tinggal berdua sama suami saja,” katanya. Namun, berkat bantuan itu ia sangat berterima kasih karena mendapatkan hunian yang layak.
Ketua RW 5 Desa Selodoko, Eri Gatot Sunyoto menyambut baik atas bantuan perbaikan rumah bagi keluarga Wagiman. Menurutnya, kondisi rumah Wagiman memang memprihatinkan dan perlu perbaikan.
“Kami menyambut baik sehingga warga bergotong royong ikut membangun rumah atas bantuan Pak Gubernur ini,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, rumah Wagiman adalah satu dari 322 rumah di Kabupaten Boyolali yang mendapatkan bantuan rehabilitasi RTLH.
"Di Boyolali ada 322 unit rumah. Nanti kita barengkan itu. Anggarannya untuk masing-masing rumah Rp20 juta, semua kabupaten jumlahnya sama, yaitu 322 unit rumah," kata dia beberapa waktu lalu.
Luthfi mengatakan, perbaikan RTLH akan digenjot pada tahun 2025 ini. Total tahun ini akan ada 17.000 unit RTLH yang mendapatkan bantuan. Ditambah bantuan dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait di Banyumas sekitar 500 unit rumah bersumber dari CSR Buddha Tzu Chi.
"RTLH akan kita genjot biar habis semuanya, minimal membantu masyarakat yang miskin ekstrem. Ketentuannya harus punya rumah sendiri, tidak bersengketa, hak milik, kemudian betul-betul dicek oleh Dinas Perakim dan diverifikasi oleh kabupaten/kota. Kita kerjakan bersama," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Santika Indonesia Hotels & Resorts Region Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng–DIY) menggelar Corporate Gathering Region Jateng–DIY 2026
Cak Imin memastikan Presiden Prabowo Subianto menghadiri puncak Harlah Ke-28 PKB pada Kamis 23 Juli 2026 dan akan menyampaikan pidato.
Simak daftar rute Trans Jogja terbaru 2026 beserta tarif terkini. Jaringan layanan makin luas dengan akses antarkoridor yang semakin terintegrasi.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 23 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian kompak naik pada Kamis 23 Juli 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru.
UKDW Jogja membuka Prodi Teknologi Pangan di Fakultas Bioteknologi untuk mencetak SDM unggul di bidang inovasi pangan berbasis sains dan teknologi.