Marak Beras Oplosan, Pemerintah Akan Hapus Jenis Beras Premium dan Medium
Pemerintah akan menghapus jenis beras premium dan medium. Langkah itu diambil seiring adanya temuan terkait beras premium oplosan yang dinilai merugikan masyara
Foto Ilustrasi sejumlah pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Senin (19/2/2024). - Antara /Erlangga Bregas Prakoso
Harianjogja.com, JAKARTA—Indonesia menyatakan siap untuk ekspor beras ke Malaysia usai mendapat restu dari Presiden Prabowo Subianto, seiring melimpahnya pasokan dalam negeri.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyampaikan, rencana ekspor beras telah dibahas oleh kedua negara. Sudaryono bahkan sudah bertemu dengan pengusaha dari Malaysia untuk membahas mekanisme ekspor beras ke Negeri Jiran.
“Kita bilang sesuai perintah Presiden, kita ikuti. Kita siap untuk ekspor beras ke Malaysia,” kata Sudaryono saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Rabu (28/5/2025).
BACA JUGA: FH UGM Dampingi Korban Kecelakaan BMW
Sebelumnya, dia mengatakan sempat ada pembahasan bahwa Malaysia membutuhkan 2.000 ton beras per bulan. Kendati begitu, Sudaryono menyebut, jumlah beras yang bakal d ekspor akan disesuaikan dengan permintaan dari Malaysia.
Kemudian, ketika ditanya kapan ekspor beras akan dilakukan, Sudaryono belum dapat memberikan penjelasan lebih lanjut. Pasalnya, keputusan tersebut ada di tangan Malaysia, sebagai negara yang membutuhkan beras.
“Ini bolanya nggak di kami, bolanya di mereka [Malaysia],” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan dari Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia Mohammad Bin Sabu di Kantor Kementan pada Selasa (22/4/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Malaysia mengajukan permohonan kerja sama kepada Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan, khususnya dalam hal pasokan beras dan transfer teknologi pertanian.
Mohammad mengungkapkan produksi beras di negaranya saat ini masih tertinggal jauh, dengan indeks pertanaman yang rendah, sehingga kebutuhan nasional masih sangat bergantung pada impor. Malaysia pun tengah menghadapi lonjakan harga beras akibat terbatasnya pasokan domestik.
“Karena Indonesia dan Malaysia adalah dua negara jiran yang sangat dekat, seperti abang dan adik, maka kami merasa perlu belajar dari Indonesia. Ada banyak kelebihan yang kami lihat di sini dan itu perlu kami pelajari,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (22/4/2025).
Menanggapi hal tersebut, Amran menyatakan bahwa Indonesia sangat terbuka untuk memperkuat kerja sama teknologi pertanian, termasuk melalui pelatihan, riset bersama, serta demonstrasi penerapan teknologi di lapangan.
“Kita terbuka untuk berbagi pengalaman dan teknologi dengan negara sahabat seperti Malaysia. Kami percaya, semakin banyak negara yang kuat dalam sektor pangan, semakin tangguh pula kawasan kita dalam menghadapi krisis global,” ungkap Amran, Selasa (22/4/2025).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Pemerintah akan menghapus jenis beras premium dan medium. Langkah itu diambil seiring adanya temuan terkait beras premium oplosan yang dinilai merugikan masyara
Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H digelar hari ini oleh Kemenag. Cek jadwal lengkap dan link live streaming penetapannya.
Bali United vs Bhayangkara FC sore ini. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan peluang kemenangan di laga kandang terakhir musim ini.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.