Kemenkes Catat 84,8 Persen Anak Usia 5-9 Tahun Alami Karies Gigi
Kemenkes mencatat prevalensi karies pada anak usia 5-9 tahun mencapai 84,8%. Masyarakat diimbau rutin memeriksa dan menjaga kesehatan gigi.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2025 Eduart Wolok (kanan) dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kedua kanan), dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (27/5/2025). ANTARA/Sean Filo Muhamad
Harianjogja.com, JAKARTA— Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 menyatakan pihaknya akan terus mengawal berbagai kasus kecurangan pada pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2025 hingga ke pihak berwajib.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2025 Eduart Wolok mengatakan pihaknya menemukan hingga ratusan kasus dalam pelaksanaan SNBT 2025.
"(Kami) memberikan sanksi kepada peserta yang melakukan kecurangan, bahkan melaporkan ke kepolisian ketika kecurangan itu terjadi," katanya, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa
Tak hanya itu Eduart juga menjelaskan pihaknya akan melakukan deteksi kecurangan hingga sampai pada tahap daftar ulang pada masing-masing kampus.
"Kita tidak akan berhenti sampai di sini ibu bapak sekalian. Kita terus akan melakukan deteksi kecurangan ini sampai di proses daftar ulang di kampus masing-masing," tegasnya.
Eduart mengungkapkan hal ini menjadi bagian dari SOP mitigasi kecurangan dalam pelaksanaan UTBK, dimana dalam hal ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya.
Ia menjelaskan panitia telah menyiapkan sejumlah alat pemindai logam di lokasi UTBK, bahkan memiliki standar soal yang disusun, baik dari segi penilaian jawaban dan skoringnya.
BACA JUGA: Sebanyak 253.421 Peserta Dinyatakan Lulus SNBT Tahun 2025
"Alhamdulillah, berkat kerja keras teman-teman panitia semua, bekerja sama dan berkoordinasi terus dengan teman-teman di pusat UTBK, kecurangan-kecurangan ini bisa kita antisipasi sehingga tidak merugikan hak-hak dari peserta yang sudah berjuang," ujarnya.
Baca juga: Panitia buka opsi laporkan pelaku kecurangan UTBK ke pihak berwajib
Terkait hal tersebut Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan pihaknya mendukung langkah panitia dalam mengatasi tindak kecurangan dalam SNBT 2025.
"Pelanggarannya kecil, tapi memang tidak banyak. Tapi bagaimana pun kan karena ini pelanggaran akademik tentu mencederai adik-adik kita yang telah bekerja keras, berusaha semaksimal mungkin," ucap Mendiktisaintek.
Mendiktisaintek Brian optimistis berbagai polemik kecurangan dalam SNBT 2025 ini bisa diatasi oleh panitia, dengan kerja sama bersama pemangku kepoentingan terkait, termasuk diantaranya pihak kepolisian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenkes mencatat prevalensi karies pada anak usia 5-9 tahun mencapai 84,8%. Masyarakat diimbau rutin memeriksa dan menjaga kesehatan gigi.
Jadwal KA Bandara YIA, Kamis 15 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 15 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 15 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis15 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
DPRD Sleman mengimbau warga mengurangi pembakaran sampah, membatasi aktivitas luar ruang, dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu dan asap.