Kuota Impor Daging Sapi 2026 Dipangkas, Pengusaha Wanti-wanti PHK
Pemangkasan kuota impor daging sapi 2026 dikeluhkan pengusaha karena dinilai mengancam usaha, tenaga kerja, dan berpotensi memicu PHK.
Foto ilustrasi Koperasi Merah Putih. - ilustrasi dibuat oleh AI/ChatGPT
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengakui rasa takut, curiga, dan keragu-raguan dari masyarakat menjadi musuh utama dalam pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VI dengan Menteri Koperasi di Kompleks Senayan DPR, Jakarta, Senin (26/5/2025).
BACA JUGA: Pemkot Jogja Ngebut Bentuk Koperasi Merah Putih di Wilayahnya
“Dalam berbagai kesempatan saya selalu bilang Kopdes Merah Putih itu musuhnya tiga. Satu, ketakutan. Dua, kecurigaan. Tiga, keragu-raguan. Karena kita takut siap nggak nih orang desa, curiga nanti ininya kepala desanya begini-begini-begini, atau kita ragu-ragu,” kata Budi.
Budi yang merupakan Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) tersebut juga mengakui masih rendahnya partisipan masyarakat dan tersematnya citra yang negatif terhadap koperasi. “Di mana masyarakat masih banyak belum percaya dengan koperasi,” imbuhnya.
Di samping itu, Kementerian Koperasi (Kemenkop) juga mengidentifikasi sederet tantangan lainnya dalam pembentukan Kopdes Merah Putih. Salah satunya perbedaan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di seluruh wilayah serta adanya potensi fraud jika Kopdes Merah Putih dikelola tidak secara profesional dan transparan, hingga potensi keberlanjutan lembaga dan usaha koperasi.
“Ini memang soal pertaruhan kita tentang koperasi, di mana program Kopdes/Kel Merah Putih ini saya yakin jika dikelola dengan baik akan memunculkan sebuah tata sosial ekonomi yang lebih berkeadilan, baik keadilan distributif, keadilan sosial yang lebih substansif, dan juga keadilan ekonomi, sesuai dengan cita-cita negara ini didirikan,” tuturnya.
Namun, menurut Budi, keberadaan 80.000 Kopdes Merah Putih menjadi senjata pamungkas untuk mengatasi ketidakadilan ekonomi yang telah lama terjadi di Indonesia.
Budi meyakini Kopdes Merah Putih ini akan sukses dengan mengimplementasikan tiga kunci, yakni SDM koperasi, kelembagaan dan usaha, serta ekosistem.
Dia merincikan bahwa SDM koperasi mencakup pengurus, pengelola, dan pengawas yang terus harus dilatih dari hari ke hari hingga dari tahun ke tahun. Kedua, jenis usaha yang sesuai potensi masing-masing desa. Ketiga, jenis usaha yang menghasilkan kas rutin. Keempat, transparansi administrasi.
Kemudian yang kelima, pinjaman sesuai dengan kebutuhan. Yang keenam, KPI bagi SDM koperasi. Ketujuh, mengalokasikan dana cadangan dan kedelapan, rasa kepemilikan pada koperasi itu sendiri yang harus terus-menerus dimunculkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Pemangkasan kuota impor daging sapi 2026 dikeluhkan pengusaha karena dinilai mengancam usaha, tenaga kerja, dan berpotensi memicu PHK.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.