Data Sensus Ekonomi Penting untuk Keberlanjutan Bisnis
Sensus Ekonomi 2026 dinilai penting sebagai dasar pemerintah menyusun kebijakan ekonomi dan mendorong keberlanjutan bisnis serta pertumbuhan usaha.
istimewa
SURABAYA – Lem Rajawali kembali menunjukkan komitmennya untuk mendukung kreativitas dan edukasi melalui kegiatan kolaboratif yang menginspirasi. Kali ini berkolaborasi dengan SMKN 12 Surabaya jurusan Desain Interior dan Teknik Furniture (DIFT), Lem Rajawali mengadakan workshop gratis ’’Asik Merakit Bersama Lem Rajawali X DIFT’’.Workshop berlangsung pada 17 Mei 2025 di Balai Pemuda, Surabaya.
Workshop diikuti oleh 20 peserta dari berbagai usia. Mulai dari mahasiswa baru, siswa SMK/SMA, hingga anak-anak SD turut ambil bagian. ’’Kami ingin menunjukkan bahwa Lem Rajawali tidak hanya bisa digunakan oleh tukang saja, tapi juga semua kalangan contohnya generasi muda kita saat ini untuk mendukung kreativitas mereka,’’jelas Novita Nur Endah, Brand & Campaign Senior Executive Mikatasa Group.
Workshop ini bertujuan untuk memperkenalkan pentingnya penggunaan produk lokal berkualitas seperti lem Rajawali, serta meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai kerajinan tangan dan desain interior sejak dini. Menggandeng jurusan Interior SMK N 12 Surabaya, workshop ini tidak hanya memberikan ruang bagi peserta untuk berseni dan berkarya, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran langsung tentang prinsip-prinsip desain, ergonomi, dan estetika dalam skala kecil.
Kotak tisu yang dirakit bukan sekadar produk fungsional, tetapi juga benda dekoratif yang bisa dikreasikan sesuai imajinasi peserta. Setiap peserta diberikan panduan lengkap dengan bahan baku dan lem putih Rajawali sebagai alat utama dalam proses perakitan. Semua peserta tampak antusias dan serius saat merakit kotak tisu mereka masing-masing.
Para siswa SMK terlihat lebih percaya diri karena sudah familiar dengan konsep desain dan material, sementara anak-anak SD dibimbing dengan sabar oleh para mentor dari SMK N 12 dan tim Rajawali Lem. ’’Awalnya susah sih, tapi lama-lama mudah ini bikinnya. Ini aku tambah gambar bunga-bunga’’ujar Meme peserta workshop yang masih duduk di kelas 2 Sekolah Dasar.
Kolaborasi dengan SMK N 12 Surabaya ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah. Ketua Konsentrasi Keahlian DITF SMKN 12 Surabaya, Angky Patria Ruswinda menyatakan bahwa kegiatan ini tentunya sangat baik untuk mengasah soft skill (manajemen waktu dan event) terutama untuk siswa DITF yang menjadi panitia.
“Ini adalah bentuk nyata sinergi antara industri dan institusi pendidikan. Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari acara ini,” tuturnya.
Melalui workshop ini, Lem Rajawali berhasil membuktikan bahwa edukasi bisa hadir dalam bentuk yang menyenangkan dan inklusif. Dengan melibatkan peserta dari berbagai lapisan usia dan latar belakang, acara ini menjadi contoh baiknya kolaborasi antara brand, sekolah, dan masyarakat. Perlu diketahui workshop ini merupakan salah satu rangkaian acara dari INDIST (Interactive in Arts &Technology), event tahunan yang memamerkan tugas akhir para siswa SMK N 12 Surabaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sensus Ekonomi 2026 dinilai penting sebagai dasar pemerintah menyusun kebijakan ekonomi dan mendorong keberlanjutan bisnis serta pertumbuhan usaha.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.