Asap Karhutla Ganggu Bandara Supadio, 73 Jadwal Penerbangan Terdampak
Asap karhutla membuat jarak pandang di Bandara Supadio hanya 300 meter. Sebanyak 73 penerbangan terdampak penundaan dan perubahan jadwal.
Film animasi Jumbo. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menilai kesuksesan film Jumbo sebagai penanda era baru industri animasi di Indonesia. Film karya sutradara Ryan Adriandhy itu telah disaksikan lebih dari 4 juta penonton dan akan diputar di 17 negara di Asia dan Eropa.
"Ini menjadi era baru industri animasi Indonesia," ujar Gibran dikutip dari tayangan video di saluran YouTube Gibran Rakabuming dilansir Antara Sabtu (19/4/2025).
Wapres menilai pencapaian ini sebagai bukti nyata generasi muda Indonesia bisa membuktikan kemampuan diri di kancah global. Selain film Jumbo, Gibran juga mengapresiasi keberhasilan tim nasional sepakbola U-17 yang untuk pertama kalinya lolos via kualifikasi ke ajang Piala Dunia U-17.
Gibran menyatakan bahwa generasi muda memegang peran kunci dalam menentukan arah kemajuan negara. Bonus demografi, jika dimanfaatkan secara optimal, dapat menjadi jawaban atas berbagai tantangan masa depan.
"Karena kita generasi muda bukan sekadar bonus, kita adalah jawaban atas tantangan masa depan. Kita lihat sendiri saat ini banyak anak-anak muda kita yang sudah tampil di garis depan," ucapnya.
Gibran menegaskan bahwa penentu di era kompetisi saat ini bukan siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang paling cepat untuk belajar, beradaptasi, dan memanfaatkan peluang.
Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, praktisi, tokoh agama, hingga masyarakat sipil dinilai penting untuk memastikan bahwa peluang ini benar-benar bisa dimanfaatkan bagi kemajuan negara.
"Kita butuh kolaborasi, kita butuh persatuan, kita butuh budaya kompetisi yang saling membangun, kita butuh ruang untuk tumbuh sehingga Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang lebih terang dapat kita wujudkan bersama-sama," ujarnya.
Wapres Gibran mengajak sebanyak 139 anak yatim piatu untuk menyaksikan dan menonton film animasi lokal berjudul "Jumbo" yang memberikan hiburan edukatif bagi generasi muda. Anak-anak yang mengikuti kegiatan ini berasal dari empat panti asuhan, yaitu Panti Balita Tunas Bangsa, Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama Tiga, Panti Asuhan Rumah Piatu Muslimin, serta Panti Putra Utama 2 Plumpang.
Ia mengajak ratusan anak-anak yang menyaksikan film Jumbo pada Jumat (11/4/2025) malam itu agar tidak takut mengekspresikan diri, berani bermimpi besar, pantang menyerah, dan kuat dalam menghadapi rintangan hidup.
BACA JUGA: Bukan Kemen-PUPR, Ternyata Ini Kementerian dengan Anggaran Paling Jumbo Tahun Ini
Wapres menekankan pentingnya bagi para penerus bangsa ini mengutamakan menjalin hubungan baik dengan sesama serta membangun kepercayaan diri sebagai bekal menghadapi masa depan. Pesan itu sejalan dengan kisah yang diangkat dalam film Jumbo, menceritakan sosok anak bernama Don yang memiliki postur tubuh besar dan hal itu kerap membuatnya menjadi korban perundungan.
Film ini menggambarkan sosok Don digambarkan mampu menemukan kekuatan dalam dirinya dan menjadi sosok penolong, bahkan bagi mereka yang pernah menyakitinya. Film ini mengajarkan pesan penting tentang keberanian, penerimaan diri, serta kekuatan persahabatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Asap karhutla membuat jarak pandang di Bandara Supadio hanya 300 meter. Sebanyak 73 penerbangan terdampak penundaan dan perubahan jadwal.
Kemensos mencatat lebih dari 10,8 juta keluarga mengajukan usulan baru bansos dan 82 ribu keluarga disanggah hingga September 2026.
Helikopter Polri mengevakuasi satu jenazah korban KM Virgo Transport 8 dari lokasi 30 NM dari daratan menuju Banjarmasin.
Kulonprogo menyiapkan Raperbup untuk memperkuat verifikasi data warga miskin hingga tingkat kalurahan agar bantuan lebih tepat sasaran.
Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah mempercepat verifikasi dan validasi sekitar 24.000 bangunan Koperasi Merah Putih.
Kemkomdigi menyebut Telegram dan Pinterest masuk kategori risiko tinggi bagi anak berdasarkan penilaian mandiri yang telah diverifikasi.