Menteri PU: Jalan Tol Harus Buka Akses ke Pusat Ekonomi
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan jalan tol harus membuka akses ke pusat ekonomi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.
Sekretaris Perusahaan Askrindo Syafruddin berbincang dengan Tekattono, pemilik dan pendiri Blankon Kreatif di Kawasan Malioboro Jogja, Jumat (14/2/2025). Ist/antara
Harianjogja.com, JOGJA—PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mengunjungi salah satu pengusaha foto baju tradisional di Malioboro Jogja. Salah satu pengusaha yang sukses dengan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Tekattono, pemilik dan pendiri Blankon Kreatif yogyakarta, menceritakan kisahnya membangun usaha foto miliknya yang berkembang dengan bantuan KUR. Awalnya, ia memulai usaha ini dengan SDM seadanya.
“Mulai naik daun, kita kekurangan fotografer. Nah, saya peduli dengan wilayah sekitar sini yang pemudanya menganggur. Mereka saya tarik, pendidikannya secara informal, yang senior mengajari yang junior,” ujarnya.
BACA JUGA: Sepanjang 2024 BRI Salurkan KUR Rp184,98 Triliun ke UMKM, Sektor Pertanian Terbesar
Kini, Pak T, sapaanya, mengaku telah memiliki belasan Fotografer. Berkembangnya usaha miliknya, tak lepas dari KUR yang diambil untuk memenuhi kebutuhan alar seperti kamera hingga lensa.
“Dari BRI, kita masih ada hubungan sampai sekarang. Bahkan dulu, kalau kita butuh dana mendesak, kita bisa ajukan pinjaman ke BRI,” ungkap Pak T.
“Sekarang, dari modal awal Rp 600 ribu, usaha sudah berkembang. Kamera saja rata-rata harganya Rp 40 juta per unit. KUR di BRI Rp 100 juta, ada yang Rp50 juta, tergantung kebutuhan. Biasanya, dalam 2 tahun sudah lunas,” sambungnya.
Sekertaris Perusahaan Askrindo, Syafruddin menjelaskan kesuksesan Pak T itu menunjukkan bahwa program KUR yang diluncurkan oleh pemerintah dan didukung oleh Askrindo berdampak nyata dalam meningkatkan kapasitas UMKM.
“Jadi pemerintah itu melalui KUR ini membantu permodalan dan juga membantu membuka lapangan kerja,” ujarnya.
Syafruddin mengatakan bahwa dalam penyaluran KUR, pihaknya berperan sebagai substitusi kolateral atau penutup kekurangan bagi pihak-pihak terjamin. Menurutnya, kolateral merupakan kriteria yang paling sulit dipenuhi oleh UMKM saat mengajukan kredit, dibandingkan empat kriteria lainnya.
Empat kriteria tersebut yakni kapasitas rasio utang terhadap pendapatan (capacity), riwayat utang (character), persyaratan bunga dan jumlah pinjaman (condition), serta modal (capital).
“Jadi Askrindo yang menjamin UMKM ini biar banknya mau mengucurkan kreditnya. Jadi, tanpa kolateral, bank ini tidak mau memberikan bantuan teknis, sehingga Askrindo menjadi pengganti kolateral, sehingga menjadi layak diberikan bantuan teknis,” jelasnya.
Syafruddin menyatakan bahwa penyaluran KUR serta dukungan Askrindo sebagai kolateral menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat UMKM dan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, sebagaimana salah satu visi pemerintah yang terkandung dalam Asta Cita Nomor 3.
Ia pun berharap upaya pihaknya tersebut dapat membantu UMKM naik kelas dengan memperluas outlet dan lini penjualannya.
“Askrindo bangga bisa menjamin UMKM. Kami harap kami bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemudian mendukung juga program pemerintah,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan jalan tol harus membuka akses ke pusat ekonomi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.
Daftar harga HP ZTE terbaru 2026 mulai Rp999.000, dari Blade A35, Blade A72 hingga Nubia V60 lengkap dengan spesifikasinya
KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Sebanyak 106 penumpang berhasil dievakuasi menggunakan sejumlah armada SAR.
Minat kuliah lulusan SMA dan SMK di DIY naik menjadi 46%, tetapi 30% calon mahasiswa berasal dari keluarga rentan secara ekonomi.