LLDikti V Jogja Perkuat Integritas Menuju WBBM 2026, Cegah Gratifikasi
LLDikti V Jogja memperkuat integritas dan anti gratifikasi sebagai bagian dari target Pembangunan Zona Integritas menuju WBBM 2026.
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko ditemui usai memberikan penghargaan Habibie Prize 2024 pada lima ilmuwan berdedikasi di Auditorium BJ Habibie, Gedung BRIN, Jakarta, pada Senin (11/11/2024). Antara/Lintang Budiyanti Prameswara
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dipastikan akan berbagi tugas dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiksaintek).
Menurut Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko fokus pembagian tugas antara BRIN dengan Kemendiktisaintek sekaligus memastikan kedua lembaga ini tidak tumpang tindih dalam menjalankan wewenang masing-masing.
“Basis di Kemendiktisaintek itu akademis dan pedagogi, jadi pembinaan mahasiswa, periset, tetapi yang basisnya adalah akademis. Kalau kami basisnya dari aktivitas riset,” katanya ditemui usai memberikan penghargaan Habibie Prize 2024, Jakarta, Senin (11/11/2024).
Ia menegaskan Kemendiktisaintek akan fokus pada pengelolaan di kampus, sedangkan BRIN fokus menangani para ilmuwan atau peneliti yang fokus pada riset tanpa perlu menyelesaikan kewajiban pembelajaran seperti kuliah.
“Kemendiktisaintek ke depan itu fokus untuk pengelolaan di kampus, karena kampus kita itu ada banyak, sekitar empat ribu. Kalau di kami ada pemberian gelar melalui riset yang basisnya enggak perlu tanya IPK, tapi kita tanya passion (minat), dan dia (peneliti) harus murni melakukan riset, tidak ada coursework,” katanya.
BACA JUGA: Kampung Wisata Cokrodiningratan Luncurkan Paket Wisata Baru
Ia menegaskan negara tetap harus mengakomodasi kedua pilihan tersebut bagi masyarakat untuk ekosistem riset yang lebih sehat.
“Jadi kalau di BRIN bisa melakukan riset sepanjang waktu untuk mendapatkan S2-S3-nya. Kita harus selalu membuka opsi-opsi itu, karena tidak semua orang itu basisnya akademis, ada orang yang basisnya passion dan akademisnya mungkin jeblok, tetapi passion-nya bagus,” ucapnya.
Menurutnya, ekosistem riset hampir mirip dengan dunia kreatif, sehingga seluruh pemangku kepentingan harus terus berkolaborasi memberikan opsi-opsi kepada para periset.
“Karena ini kan dunia kreatif, jadi kita harus membuka semua opsi itu untuk generasi muda kita ke depan,” ujar dia.
Sebelumnya Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI Stella Christie mengimbau kepada seluruh periset, dosen, dan Sumber Daya Manusia (SDM) pendidikan tinggi di Indonesia untuk memperluas jejaring risetnya.
"Dalam proses meningkatkan kemampuan kita sebagai peneliti, salah satu yang paling menjadi kunci adalah networking (jaringan)," kata Stella.
Ia mengungkapkan pentingnya membangun jejaring tidak hanya diperlukan dalam sebuah bisnis, namun juga dalam bidang riset dan pendidikan tinggi, khususnya terhadap sesama ilmuwan.
"Untuk bisa mendapatkan tempat, atau posisi PhD atau S3 yang bergengsi di universitas unggulan di Amerika Serikat dan di seluruh dunia lainnya, kita perlu networking yang kuat," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
LLDikti V Jogja memperkuat integritas dan anti gratifikasi sebagai bagian dari target Pembangunan Zona Integritas menuju WBBM 2026.
Harga cabai rawit di Sleman mencapai Rp70.000 per kilogram. Disperindag memastikan stok di pasar masih aman meski pasokan berkurang.
DPD PDI Perjuangan DIY menyampaikan dukacita atas wafatnya Guruh Soekarnoputra dan mengajak kader serta simpatisan mendoakan almarhum.
Nokia sudah lama meninggalkan bisnis smartphone, tetapi tetap mendapat pendapatan dari lisensi paten dan merek. Ini strategi bisnis Nokia setelah era Microsoft.
Indonesia meneken perjanjian bebas visa dengan Lebanon, Saint Vincent dan Grenadines, serta Republik Dominika. Fasilitas ini berlaku bagi paspor diplomatik dan
Zara Adhisty mengumumkan kelahiran anak pertamanya bersama Tsaqib. Putra mereka lahir 19 September 2026 dan diberi nama Benjiro Nayel Ali.