Pembiayaan APBN 2025 Tembus Rp744 Triliun
Kemenkeu mencatat realisasi pembiayaan APBN 2025 mencapai Rp744 triliun atau 120,7% dari target, didominasi pembiayaan utang.
Asap mengepul di pinggiran selatan Beirut setelah serangan udara Israel menghantam Ibu Kota Lebanon tersebut pada 29 September 2024./Reuters-Amr Abdallah Dalsh
Harianjogja.com, JAKARTA — Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyebut sebanyak 40 orang Warga Negara Indonesia (WNI) berhasil dievakuasi dengan selamat dari Lebanon usai terjadinya eskalasi serangan dari Israel.
Selain 40 WNI, terdapat satu orang Warga Negara Asing (WNA) yang juga berhasil dievakuasi. Keseluruhan 41 orang itu telah tiba di Indonesia hari ini, Senin (7/10/2024), melalui dua penerbangan komersial.
Pihak Kemlu menyebut 41 orang yang dievakuasi itu merupakan bagian dari evakuasi panjang dan kompleks melalui jalan darat dari Lebanon ke Damaskus serta Suriah ke Amman, Yordania.
"Mereka terbagi dalam dua gelombang evakuasi yang berangkat dari Beirut selama tanggal 2 dan 3 Oktober 2024," demikian bunyi keterangan pers tertulis dari Kemlu, dikutip Senin (7/10/2024).
Dari 41 orang yang sudah tiba di Indonesia, 26 di antaranya adalah laki-laki dan 15 perempuan. Semuanya dalam kondisi sehat. Mereka berasal dari beberapa daerah di Indonesia, yaitu Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Bali.
"Selanjutnya mereka akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing melalui koordinasi lintas kementerian/lembaga/instansi," terang Kemlu.
BACA JUGA: 116 WNI Masih Bertahan di Lebanon
Sebelumnya, 25 WNI terlebih dahulu telah dievakuasi melalui jalur udara. Upaya evakuasi terhadap mereka dilakukan setelah penetapan status Siaga 1 oleh KBRI Beirut pada 4 Agustus 2024.
Adapun, Kemlu mencatat saat ini masih terdapat 116 WNI yang masih menetap di Lebanon. Mayoritas memilih untuk tetap tinggal di Lebanon.
Kemlu kembali mengimbau agar para WNI yang masih berada di Lebanon terus meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi rawan, membatasi pergerakan hanya untuk keperluan esensial dan mengikuti arahan evakuasi dari KBRI Beirut.
"Bagi para WNI yang memiliki rencana perjalanan ke wilayah Lebanon, Suriah, Iran, Israel, Palestina dan Yaman agar dapat menundanya hingga situasi aman," pungkas Kemlu.
Berikut daftar hotline KBRI yang bisa dihubungi di sekitar kawasan tersebut:
1. Hotline KBRI Amman: +962779150407
2. Hotline KBRI Beirut: +96170817310
3. Hotline KBRI Damaskus: +963954444810
4. Hotline KBRI Kairo: +201022229989
5. Hotline KBRI Tehran: +989024668889
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kemenkeu mencatat realisasi pembiayaan APBN 2025 mencapai Rp744 triliun atau 120,7% dari target, didominasi pembiayaan utang.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.