Nadeo Targetkan Indonesia Akhiri Penantian 30 Tahun Juara ASEAN Cup
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Pertumbuhan ekonomi ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Deputi III Bidang Perekonomian Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Edy Priyono mengatakan bahwa salah satu capaian terbesar satu dekade Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah pengendalian inflasi.
Rata-rata inflasi selama 10 tahun terakhir sebesar 3,79 persen per tahun (exclude periode pandemi 2020-2021, yang berarti termasuk kategori cukup baik.
“Menurut kami, Pak Jokowi mungkin Presiden yang paling besar perhatiannya terhadap inflasi,” ujarnya dalam acara “Seminar Nasional: Evaluasi 1 Dekade Pemerintahan Jokowi”, di Jakarta, Kamis.
Dia menceritakan bahwa setiap pekan pada hari Senin selalu ada rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ada pihak yang sempat memberikan masukan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar rakor tersebut diadakan dua atau tiga pekan sekali, karena dianggap terlalu sering jika dilakukan seminggu sekali.
Setelah itu, Mendagri menyampaikan usulan itu kepada Presiden. Namun, Kepala Negara menolak usulan tersebut karena pergerakan harga yang dinamis dinilai memerlukan pemantauan sesering mungkin, sehingga rakor tetap diadakan setiap pekan sekali.
“Ini secara langsung atau tidak langsung menunjukkan perhatian Presiden terhadap inflasi ini. Hasilnya nyata, salah satunya adalah kita bisa bandingkan dengan negara-negara lain. Tentu saja ada yang di bawah kita inflasinya, tapi banyak negara, di mana inflasi ini menjadi salah satu masalah besar dan kita punya capaian yang bagus di bidang itu,” ujar Edy.
Perbandingan rata-rata inflasi pada periode 2014-2023 dengan negara-negara lain, antara lain Brasil 6,1 persen, Afrika Selatan 5,48 persen, India 4,7 persen, Meksiko 4,7 persen, Indonesia 3,83 persen (termasuk periode pandemi), Vietnam 2,96 persen, Malaysia 2,33 persen, China 1,77 persen, dan Thailand 1,37 persen.
“Dulu ketika di awal-awal, ketika inflasi kita mulai rendah, kita berpikir ini gejala sementara atau kita memang sudah masuk ke dalam rezim inflasi rendah. Ternyata, data menunjukkan bahwa kita kelihatannya sudah masuk kepada rezim inflasi yang rendah. Sekarang, inflasi 3 persen itu dianggap sudah cukup tinggi,” kata dia.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada September 2024 sebesar 1,84 persen. “Terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,02 pada September 2023 menjadi 105,93 pada September 2024,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, di Jakarta, Selasa (1/10).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.