Usai Geledah Kantor Summarecon, KPK Sasar Rumah Lampri di Bekasi
KPK menggeledah rumah Dirjen ATR/BPN Lampri di Bekasi terkait kasus dugaan suap pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk.
Foto ilustrasi. Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Sebagai upaya dalam mendukung pengembangan hortikultura yang berkelanjutan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan biopestisida dan biostimulan ramah lingkungan.
"Kita menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Penggunaan pestisida sintetis mencemari tanah, merusak organisme yang bermanfaat, dan mengganggu ekosistem secara keseluruhan. Karena itu kita butuh solusi ramah lingkungan," kata Kepala Organisasi Riset Pangan dan Pertanian BRIN Puji Lestari melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (28/9/2024).
Puji mengatakan pihaknya tengah fokus pada riset pengembangan pestisida alami dengan memanfaatkan tumbuhan, mikroba, dan mineral, dimana penelitian tersebut telah menunjukkan kemajuan signifikan, terutama dalam penggunaan mikroba sebagai agen biokontrol.
Ia berharap upaya ini bisa mendukung pertanian hortikultura yang berkelanjutan, dimana lebih dari 110 juta hektare lahan di Indonesia telah digunakan untuk budi daya hortikultura mencakup sayuran, buah, dan tanaman hias.
Terkait dengan hal tersebut, Peneliti di Pusat Riset Hortikultura BRIN Rasiska Tarigan menekankan pentingnya pengendalian ramah lingkungan melalui pemanfaatan mikrobioma sebagai biopestisida.
Mikrobioma, yang terdiri dari mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan protozoa, memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan tanaman.
"Mikroba yang hidup di sekitar akar tanaman dapat membantu memperbaiki struktur tanah, menyediakan nutrisi, dan melindungi tanaman dari hama," ujarnya.
BACA JUGA: 75 Juta Gen Z Indonesia Bisa Kesulitan Keuangan Gegara Tren YOLO dan FOMO
Rasiska menyebut mikroba antagonis seperti bakteri dan jamur juga bisa dimanfaatkan sebagai biofungisida dan bioinsektisida.
Menurutnya, mikroba entomopatogen merupakan agen bioinsektisida yang efektif untuk mengendalikan hama tanpa meninggalkan residu kimia, seperti Bacillus thuringiensis, yang telah digunakan sebagai bioinsektisida efektif.
"Mikroba di perakaran atau mikroba rhizosfer berperan dalam penyerapan nutrisi penting seperti nitrogen dan besi, serta mendukung proses fotosintesis," katanya.
Oleh karenanya peneliti BRIN terus berupaya mengembangkan produk berbasis mikroba yang dapat menjadi solusi nasional untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman.
"Kami berharap penelitian ini dapat menghasilkan produk skala nasional yang efektif mengatasi penyakit tanaman di berbagai kondisi, termasuk dampak perubahan iklim," tutur Rasiska Tarigan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menggeledah rumah Dirjen ATR/BPN Lampri di Bekasi terkait kasus dugaan suap pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk.
iPhone 18 Pro dan Pro Max mulai dijual di 65 negara. Indonesia belum masuk gelombang pertama. Simak harga dan jadwal berikutnya.
Bawa anak ke rumah sakit rujukan? Simak proses rujukan bayi dan anak serta peran TeleNICU dan TelePediatrics.
Prabowo-Gibran hadir di HUT ke-28 PAN dengan batik. Zulhas juga menyampaikan pernyataan soal Prabowo dalam acara di JICC Senayan.
Genre horor mendominasi pendaftar FFI 2026. Ario Bayu menyebut komedi dan drama juga banyak diproduksi sineas Indonesia.
Borobudur Indonesia Expo 2026 di Kota Magelang ditargetkan menarik 40.000 pengunjung dan transaksi Rp2 miliar untuk menggerakkan ekonomi daerah.