Nuklir Kian Dibutuhkan untuk Energi, BRIN Lakukan Penyiapan SDM

Sunartono
Sunartono Kamis, 12 September 2024 13:47 WIB
Nuklir Kian Dibutuhkan untuk Energi, BRIN Lakukan Penyiapan SDM

Deputi bidang Sumber Daya Manusia dan Iptek BRIN Edy Giri Rachman Putra (kedua dari kanan). /Istimewa.

Harianjogja.com JOGJA—Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan nuklir untuk tujuan damai saat ini kian dibutuhkan. Pemerintah pun sudah banyak menerbitkan kebijakan terkait pemanfaatan nuklir. Oleh karena itu penyiapan sumber daya manusia (SDM) nuklir harus disiapkan.

Deputi bidang Sumber Daya Manusia dan Iptek BRIN Edy Giri Rachman Putra mengatakan melihat perkembangan teknologi era saat ini mau tidak mau pemerintah sudah banyak menerbitkan kebijakan terkait nuklir. Di mana hal itu berdampak pada pemanfaatan nuklir untuk energi. Oleh karena itu kebutuhan SDM harus dipersiapkan.

BACA JUGA : Di Jerman, Ada Taman Hiburan yang Berdiri di Bekas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

"Kami melihat sudah banyak kebijakan yang mengarah pemanfaatan nuklir kami sudah siap baik di internal BRIN,
termasuk penyiapan SDM. Dan kami memiliki Poltek Nuklir di Jogja. Kami mendorong agar Poltek ini bisa mengakselerasi dalam mendukung pengembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir ke depannya," katanya Rabu (11/9/2024).

Seiring dengan semakin banyaknya kebutuhan SDM Nuklir, lanjurnya, BRIN akan memberikan dukungan teknis berkaitan dengan penyiapan SDM. Sejumlah hal bisa dilakukan di antaranya membantu dalam skala penelitian. Salah satunya kerja sama dengan Tshinghua University China yang saat ini sedang berjalan dalam rangka riset untuk bisa membangun reaktor nuklir untuk uap energi listrik.

"Saat ini banyak sekali yang bisa dimanfaatkan dari teknologi nuklir. Termasuk kebijakan zero emisi ini juga berdampak pada pemanfaatan nuklir, untuk pengembangan pertanian, untuk alat kesehatan. Bahkan saat ini nuklir bisa digunakan untuk bidang arkeologi, untuk mendeteksi usia dari sebuah benda cagar budaya," katanya.

Direktur Poltek Nuklir, Zainal Arief menyatakan kampusnya telah mendapat kepercayaan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) sebagai Lembaga Pelatihan Ketenaganukliran (LPK) Sub Lingkup Petugas Proteksi Radiasi (PPR) Industri Tingkat 1 dan Petugas Keahlian Radiografi Industri Tingkat I (OR). Oleh karena itu ia terus berupaya mendidik Mahasiswa dengan kompetensi kenukliran dan berkomitmen meningkatkan nilai tambah mahasiswa sebagai bekal terjun di dunia kerja.

BACA JUGA : UGM Tegaskan Kampus Tak Punya Sangkut Paut dengan Dosen yang Terlibat Penggelapan Uang

“Dengan semakin beragamnya sertifikasi yang dimiliki, saya berharap hal ini akan menjadi keunggulan kompetitif yang membedakan lulusan Poltek Nuklir dengan yang lain, dan memudahkan lulusan untuk mendapat pekerjaan yang relevan,” ujarnya.

Dalam penyiapan SDM nuklir tidak semata-mata proses untuk mendapatkan prestasi akademik, namun juga penting membangun karakter yang kuat, menumbuhkan rasa kebersamaan, berkomunikasi dengan semua pihak dengan baik. Oleh karena itu mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan hardskill saja, tetapi juga penguasaan softskill (attitude, etika).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online