Bapanas Jamin Stok Pangan Nasional Aman Jelang Lebaran 2026
Bapanas jamin stok pangan aman jelang Lebaran 2026, ketersediaan beras nasional cukup untuk 10 bulan sehingga warga tak perlu panic buying.
Ilustrasi megathrust Indonesia./Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Dalam waktu dekat, Indonesia bakal memiliki sistem peringatan dini (early warning system/EWS) bencana alam yang notifikasinya bakal muncul di siaran televisi dan ponsel. Sistem canggih ini merupakan bantuan dari Pemerintah Jepang.
Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI) Kemenkominfo, Wayan Toni Supriyanto, mengatakan alat sistem peringatan dini bencana alam dari Negeri Sakura itu akan diluncurkan di Bali pada September 2024, tetapi masih sebatas uji coba.
“Kami mendapatkan bantuan aplikasi dari pemerintah Jepang, Indonesia mirip kondisi konturnya dengan pemerintah Jepang, banyak bencana juga, bencana gempa. Sehingga kami diberikan aplikasi yang bisa digunakan untuk di Indonesia,” kata Wayan dalam acara Ngopi Bareng di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Jumat (30/8/2024).
Nantinya, sistem peringatan bencana itu akan terhubung dengan informasi yang dimiliki Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hal ini mengingat BMKG merupakan lembaga yang memiliki informasi akan sumber bencana seperti ancaman gempa megathrust, termasuk potensi tsunami.
Wayan menjelaskan sinyal peringatan bencana dari BMKG akan dikirim melalui televisi, sejalan dengan langkah pemerintah yang mematikan siaran analog (analog switch off/ASO).
Di samping itu, masyarakat juga akan menerima peringatan bencana melalui handphone yang terhubung jaringan 2G dan 3G. “Kemenkominfo memberikan alert kepada setup box penyiaran yang stand by, dia langsung menjadi alarm dan alarm handphone. Langsung dia memberikan [sinyal] ada bencana. Nah ini akan sedang dikaji oleh Direktorat pita lebar,” ujarnya.
Adapun, mekanismenya nanti, pesan peringatan bencana akan muncul dengan layar televisi berwarna hitam dan berbunyi dengungan. Pesan itu menandakan adanya bencana sedang terjadi di Indonesia.
“Jadi, nanti kalau yang melalui broadcast, dia langsung bentuknya alert. Sementara nanti akan ada alert, kalau posisi televisi [layar menjadi] agak hitam, dia akan informasi tenggg [berdengung], bencana gempa,” jelasnya.
Wayan menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan agar masing-masing pemerintah daerah membangun budaya sensitif akan sinyal peringatan dini bencana alam. Sehingga, pemerintah bisa menyelematkan lebih banyak orang saat sistem itu berbunyi.
“Kalau gempa bumi itu hitungannya detik, maka ini real time, sumber informasi secara sistem dibuat, kemudian secara real time memberikan alat kepada TV digital dan ponsel. Ponsel nanti ada alert juga,” ucap dia.
Lebih lanjut, Wayan menambahkan bahwa layanan kebencanaan ini bersifat non-komersial, sehingga Kemenkominfo harus turun. “Mudah-mudahan dalam 1–2 tahun ke depan layanan ini sudah bisa dilaksanakan.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Bapanas jamin stok pangan aman jelang Lebaran 2026, ketersediaan beras nasional cukup untuk 10 bulan sehingga warga tak perlu panic buying.
BPS DIY mencatat jumlah penduduk miskin turun 13.900 orang pada Maret 2026 menjadi 408.870 jiwa atau 9,70%. Penurunan ini menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.
Timnas Voli Putri Indonesia bersiap di seri kedua SEA V Cup 2026 Thailand. Target perbaiki peringkat usai finis ketiga di Hanoi. Simak jadwalnya.
FIFA menggelar rapat darurat di Maroko setelah rencana komersialisasi Piala Dunia memicu kritik dari Arsene Wenger, UEFA, hingga Pangeran Ali Yordania.
Kehilangan HP? Tenang, ada 7 aplikasi pelacak seperti Find My, Life360, dan Prey. Bisa lacak lokasi, kunci perangkat, hingga bunyikan alarm.
Media Hong Kong SCMP menyoroti hubungan pemerintahan Prabowo dan kelompok konglomerat 9 Naga di tengah kebijakan DHE, Danantara Sumberdaya Indonesia, dan pengua