JBBA 2026: Ekonomi Berkelanjutan Penting bagi Korporasi dan Instansi
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya saat berbincang dengan Wilda Yanti./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Korporasi terus didorong untuk ikut andil dalam meminimalkan masalah lingkungan, salah satunya sampah.
Terkait dengan hal itu, Anggota WKU 5 – Bidang Lingkungan Hidup Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi), Wilda Yanti membuktikannya dengan konsisten dan fokus dalam pengedukasian masyarakat terkait dengan pengelolaan sampah, khususnya di sektor hulu. “Ini penting untuk meminimalkan sampah ke TPA atau Tempat Pembuangan Akhir,” kata dia dikutip dari keterangan resminya, Minggu (28/7/2024).
Walhasil, konsistensi itulah yang membawanya meraih penghargaan ASEAN A Women Entrepreneur Network (AWEN) Award 2024. Penghargaan itu rencananya diserahkan dalam acara yang digelar di Kamboja, 31 Juli-3 Agustus 2024 mendatang.
Di Iwapi, Founder dan CEO PT. Xaviera Global Synergy - CYBER WAST tersebut memang tercatat sebagai bagian dari WKU V – Lingkungan Hidup di bawah Pimpinan Ketua Umum Nita Yudi. Selain itu, Wilda juga tercatat sebagai Ketua Umum Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi).
Atas penghargaan AWEN Award tersebut, Wilda menganggapnya sebagai bentuk apresiasi kepadanya sebagai seorang social entrepreneur di bidang di bidang waste management (kewirausahaan sosial pengelolaan sampah).
Selama aktif di dunia pengelolaan sampah, Wilda mengaku sangat terbantu dengan peran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam mendukung serta membina kegiatan bersama dipengelolaan sampah.
“Berkat dukungan KLHK, kegiatan kami di kewirausahaan sosial pengelolaan sampah bertumbuh, berkembang dan maju. Langkah KLHK dalam percepatan solusi sampah dan merangkul Praktisi pengelolaan sampah dan multi-stakeholder perlu diapresiasi,” ujar Wilda.
Selama ini, Wilda dikenal sebagai “Ratu Sampah” yang berhasil menjadikan sampah juga sebagai berkah rejeki.
Dia memutuskan keluar dari perusahaan internasional untuk membangun perusahaan bisnis sampah, membuat kebanyakan orang menganggap Wilda Yanti aneh.
Meninggalkan jabatannya sebagai direktur di perusahaan asing, ibu tiga anak itu memulai dengan mengais sampah-sampah yang dibuang rumah tangga.
Pengelolaan ini berdasarkan social enterprise, membina kelompok-kelompok bank sampah. Biasanya kelompok bank sampah ini tidak mempunyai modal untuk memulai usaha. Kami memberikan modal jika bank sampah itu berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
UGM mencatat 35 komersialisasi paten dengan nilai royalti Rp15 miliar, tertinggi di Indonesia, disusul ITB dan IPB.
Komdigi menegaskan tak semua paket internet wajib rollover, tetapi sisa kuota harus tetap dilindungi tanpa biaya tambahan.
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Tahap 6 dibuka hingga 14 Oktober. Simak jadwal seleksi, pengumuman, dan pelatihannya.
Pemuda Mojosongo Solo YD diduga ditangkap Densus 88. Keluarga mempertanyakan perkara dan meminta penjelasan terkait proses hukum.