Minimalkan Sampah di Tempat Pembuangan, Perempuan Ini Sabet Penghargaan Internasional

Arief Junianto
Arief Junianto Minggu, 28 Juli 2024 21:17 WIB
Minimalkan Sampah di Tempat Pembuangan, Perempuan Ini Sabet Penghargaan Internasional

Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya saat berbincang dengan Wilda Yanti./Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—Korporasi terus didorong untuk ikut andil dalam meminimalkan masalah lingkungan, salah satunya sampah.

Terkait dengan hal itu, Anggota WKU 5 – Bidang Lingkungan Hidup Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi), Wilda Yanti membuktikannya dengan konsisten dan fokus dalam pengedukasian masyarakat terkait dengan pengelolaan sampah, khususnya di sektor hulu. “Ini penting untuk meminimalkan sampah ke TPA atau Tempat Pembuangan Akhir,” kata dia dikutip dari keterangan resminya, Minggu (28/7/2024).

Walhasil, konsistensi itulah yang membawanya meraih penghargaan ASEAN A Women Entrepreneur Network (AWEN) Award 2024. Penghargaan itu rencananya diserahkan dalam acara yang digelar di Kamboja, 31 Juli-3 Agustus 2024 mendatang.

Di Iwapi, Founder dan CEO PT. Xaviera Global Synergy - CYBER WAST tersebut memang tercatat sebagai bagian dari WKU V – Lingkungan Hidup di bawah Pimpinan Ketua Umum Nita Yudi. Selain itu, Wilda juga tercatat sebagai Ketua Umum Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi).

Atas penghargaan AWEN Award tersebut, Wilda menganggapnya sebagai bentuk apresiasi kepadanya sebagai seorang social entrepreneur di bidang di bidang waste management (kewirausahaan sosial pengelolaan sampah).

Selama aktif di dunia pengelolaan sampah, Wilda mengaku sangat terbantu dengan peran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam mendukung serta membina kegiatan bersama dipengelolaan sampah.

“Berkat dukungan KLHK, kegiatan kami di kewirausahaan sosial pengelolaan sampah bertumbuh, berkembang dan maju. Langkah KLHK dalam percepatan solusi sampah dan merangkul Praktisi pengelolaan sampah dan multi-stakeholder perlu diapresiasi,” ujar Wilda.

Selama ini, Wilda dikenal sebagai “Ratu Sampah” yang berhasil menjadikan sampah juga sebagai berkah rejeki.

Dia memutuskan keluar dari perusahaan internasional untuk membangun perusahaan bisnis sampah, membuat kebanyakan orang menganggap Wilda Yanti aneh.

Meninggalkan jabatannya sebagai direktur di perusahaan asing, ibu tiga anak itu memulai dengan mengais sampah-sampah yang dibuang rumah tangga.

Pengelolaan ini berdasarkan social enterprise, membina kelompok-kelompok bank sampah. Biasanya kelompok bank sampah ini tidak mempunyai modal untuk memulai usaha. Kami memberikan modal jika bank sampah itu berkembang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online