Demo Besar di Eropa Meluas, Biaya Hidup hingga Perumahan Jadi Pemicu
Demonstrasi meluas di Eropa sejak September 2026. Krisis pendidikan, biaya hidup, perumahan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah memicu aksi di sejumlah negar
Bendungan Pleret Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang menjadi perhatian dan viral di medsos karena menjadi ‘waterboom’ dadakan. Setiap sore, bendungan itu menjadi tempat bermain anak-anak hingga remaja seperti berselucur. /Solopos-Fitroh Nurikhsan.
Harianjogja.com, SEMARANG—Bendungan Pleret Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang menjadi perhatian dan viral di medsos karena menjadi ‘waterboom’ dadakan. Setiap sore, bendungan itu menjadi tempat bermain anak-anak hingga remaja seperti berselucur.
Aktivitas berseluncur di Bendungan Pleret BKB Semarang ini pun viral di media sosial (medsos). Tak sedikit dari masyarakat yang akhirnya berbondong-bondong ke lokasi.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryati Rahayu tidak melarang anak-anak bermain seluncur. Meski demikian, ia meminta masyarakat untuk tetap waspada, mengingat arus atau aliran air di BKB lumayan deras.
“Memang jadi suatu keunikkan viralnya [aktivitas] surfing di bendungan BKB. Tapi kami harapkan semuanya waspada, takut terjadi air bah,” ucapnya, Selasa (16/7/2024).
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bakal berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memberikan informasi kepada masyarakat secara berkala terkait update cuaca.
Dia juga meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk mengecek Early Warning System (EWS) yang sudah terpasang di Bendungan BKB Semarang. Menurut Mbak Ita, EWS ini sebagai alat peringatan atau pendeteksi banjir.
“Namanya anak-anak kan suka bermain, saya minta berhati-hati. Kemudian memperhatikan kondisi sungai sebelum bermain,” ujarnya.
Camat Semarang Barat, Elly Asmara, menambahkan untuk memberi imbauan keselamatan kepada masyarakat. Pihaknya bakal memasang rambu dan banner berisikan call center darurat baik dari relawan SAR dan Kecamatan Semarang Barat
Cara tersebut kata Elly sejalan dengan arahan Wali Kota Semarang untuk memperhatikan keselamatan masyarakat yang bermain seluncuran di bendungan pleret BKB.
“Memang di satu sisi ini hiburan yang diinginkan masyarakat. Hiburan murah dan gratis seperti surfing ini kemudian viral di sosial media,” kata Elly.
Fenomena waterboom dadakan di BKB Semarang ini pun turut mendatangkan berkah bagi warga sekitar. Banyak warga yang berdatangan di sekitar lokasi untuk menjajakan dagangan dan juga sebagai juru parkir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Demonstrasi meluas di Eropa sejak September 2026. Krisis pendidikan, biaya hidup, perumahan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah memicu aksi di sejumlah negar
PSIM Jogja telah menentukan pelatih baru. Guntur Cahyo Utomo menyerahkan data pemain dan analisis tim untuk mempercepat proses transisi.
Pengurus Golkar tingkat kapanewon mendesak Musda Gunungkidul segera digelar setelah tertunda hampir setahun sejak dijadwalkan pada November 2025.
Kapolda DIY Langgeng Purnomo meminta maaf atas penggunaan gas air mata dan water cannon saat pengamanan demo Sumpah Pemuda di Malioboro.
KAI Commuter mempercepat pengadaan 8 trainset KRL melalui PMN dengan mempertimbangkan kapasitas industri dan kebutuhan penumpang.
KPK menggeledah Bea Cukai Semarang dan Kanwil Bea Cukai Jateng-DIY, menyita dokumen, barang elektronik, serta uang tunai.