Pernah Sebut Rp50 Triliun, Menteri Bahlil Kini Akui Belum Ada Investasi Asing Masuk ke IKN

Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi Kamis, 13 Juni 2024 11:37 WIB
Pernah Sebut Rp50 Triliun, Menteri Bahlil Kini Akui Belum Ada Investasi Asing Masuk ke IKN

Menteri Investasi - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengakui hingga saat ini belum ada investasi asing langsung atau foreign direct investment atau FDI yang masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

Bahlil menyebut, alasan belum adanya investasi asing yang masuk di proyek senilai Rp466 triliun itu karena pemerintah masih memprioritaskan investor domestik di tahap awal. "Tahap pertama itu adalah investasi PMDN semuanya. Belum ada PMA yang melakukan groundbreaking," kata Bahlil dalam rapat kerja (Raker) bersama Komisi VI DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (11/6/2024). 

BACA JUGA : UGM Terima Hibah Bus Listrik dari Kementerian Investasi

Padahal, pada Desember 2023 Bahlil sudah sempat sesumbar bahwa ada gelombang investasi jumbo yang bakal disuntik oleh investor asing. Tidak tanggung-tanggung, Bahlil menyebut investasi asing yang masuk ke IKN nilainya mencapai Rp50 triliun. "Yang dari luar Indonesia sekarang sudah deal, dan investasi yang sudah masuk hampir kurang lebih sekitar Rp50 triliun," kata Bahlil saat ditemui di Perpustakaan Nasional, Sabtu (23/12/2023).

Kala itu, Bahlil memberikan sinyal bahwa investasi jumbo yang akan diinjeksi oleh asing tersebut mulai groundbreaking pada semester II/2024, tepatnya setelah pembangunan infrastruktur dasar tahap I di IKN rampung dibangun. 

Namun demikian, saat ini dirinya belum bisa memberikan informasi lanjutan mengenai sosok investor di balik komitmen jumbo tersebut. Hanya saja, Bahlil memberikan sinyal komitmen investasi itu datang dari negara di Asia dan Eropa.  Sebagai informasi, hingga periode Mei 2024 Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyebut jumlah surat minat investasi yang telah masuk dilaporkan mencapai 407 surat.

BACA JUGA : Sah! Warga Pulau Rempang Direlokasi ke 2 Lokasi Ini

Sebelumnya, Mantan Kepala OIKN Bambang Susantono menyebut bahwa dari 407 LoI tersebut terdapat beberapa komitmen investasi asing yang bakal segera dimulai proyeknya. Bambang mengaku, dengan masuknya investor asing itu diharapkan target investasi IKN yang dibidik tembus Rp100 triliun pada akhir tahun ini dapat tercapai. "Ini salah satunya mungkin akan ada masuk asing. Jadi, mudah-mudahan hingga akhir tahun bisa sampai Rp100 triliun. Karena ini cukup besar ya untuk yang investasi dengan pola KPBU," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online