Sejarah Terboyo Terkuak dari Peta Kuno Semarang Tahun 1695
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Ilustrasi jalan tol./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Proyek jalan yang digadang-gadang bakal menjadi tol terpanjang di Jawa, yakni Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) gagal mendapatkan investor.
Selain Tol Getaci, Proyek Strategis Nasional (PSN) lain yang belum juga menggaet investor adalah Tol Gilimanuk-Mengwi.
Menurut informasi yang dibagikan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), lelang Tol Getaci hanya diikuti oleh dua konsorsium. Kabar ini tercantum dalam Pengumuman Hasil Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Ciamis Nomor:24/BPJT/L/GTCM/2024. Kedua konsorsium yang mengikuti lelang tersebut adalah Konsorsium PT Trans Persada Sejahtera-PT Wiranusantara Bumi dan Konsorsium PT Dayamulia Turangga-PT China State Construction Overseas Development Shanghai. Keduanya dinyatakan tidak lulus proses lelang.
BACA JUGA: Tol Jogja-Solo: Melayang di Atas Ringroad Utara, Ini 4 Titik Exit Toll Ruas Maguwo-Trihanggo
Lelang Tol Gilimanuk-Mengwi juga tidak membuahkan hasil. Kementerian PUPR menetapkan konsorsium PT Bangun Sarana Agung tidak lulus prakualifikasi.
Kepala Bidang Sistem Informasi Layanan Jalan Tol Kementerian PUPR, Ali Rachmadi Nasution mengungkapkan ketiga konsorsium itu tak lolos prakualifikasi karena dinilai tidak memenuhi aspek administrasi.
Di samping itu, ketiga konsorsium yang berminat menggarap dua proyek jalan tol terpanjang di Jawa dan Bali ini juga dinilai tidak memiliki kemampuan keuangan yang kuat. "Panitia lelang menetapkan peserta prakualifikasi tidak lulus dikarenakan tidak memenuhi aspek administrasi dan/atau kemampuan keuangan," kata dia kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Rabu (29/5/2024).
Ali menekankan Kementerian PUPR tengah melakukan evaluasi terkait proyek dan tindak lanjut pembangunan. Meskipun demikian, Ali menyebut hingga saat ini Tol Getaci dan Tol Gilimanuk - Mengwi masih masuk ke dalam daftar PSN.
Kementerian PUPR melakukan lelang ulang terhadap proyek Tol Getaci karena ditinggal oleh investor sebelumnya yaitu konsorsium yang dipimpin PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR).
Jalan Tol Getaci mulanya ditargetkan akan rampung pada 2024 untuk tahap pertama (Gedebage-Tasikmalaya), sedangkan pembangunan tahap kedua (Tasikmalaya-Cilacap) proses konstruksinya ditargetkan rampung pada 2027 dan dapat beroperasi secara keseluruhan pada 2029.
Namun, proses konstruksi itu terkendala batalnya perjanjian pengusahaan jalan tol oleh konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk., PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. & PT Jasa Sarana-PT Daya Mulia Turangga-Gama Group selaku pemenang tender. Alhasil, hingga saat ini jalan tol terpanjang yang diperkirakan bakal menghabiskan biaya investasi mencapai Rp56,20 triliun itu tak kunjung dibangun.
BACA JUGA: Tol Jogja Solo di Atas Ring Road Dibangun Mulai Juni, Kendaraan Tetap Bisa Lewat
Tol Getaci direncanakan bakal melintasi dua provinsi yakni Jawa Barat sepanjang 171,40 km dan Jawa Tengah sepanjang 35,25 km dengan total panjang 206,65 km. Perinciannya, Getaci terdiri dari 4 seksi yakni Seksi 1 Junction Gedebage-Garut Utara (45,20 km), seksi 2 Garut Utara-Tasikmalaya (50,32 km), seksi 3 Tasikmalaya-Patimuan (76,78 km), dan seksi 4 Patimuan-Cilacap (34,35 km).
Sementara itu, proyek Tol Gilimanuk-Mengwi dilelang ulang karena pemrakarsa awal gagal mendapat pendanaan atau investor untuk melakukan pembangunan. Proyek yang disebut bakal menjadi jalan tol terpanjang di Bali ini lantas mangkrak selama dua tahun sejak peletakan batu pertama atau groundbreaking dilakukan pada 10 September 2022. Rencananya, jalan tol ini akan dibangun melintasi 3 kabupaten, 13 kecamatan dan 58 desa.
Adapun, perkiraan biaya investasi Tol Gilimanuk-Mengwi mencapai Rp24,6 triliun. Perinciannya, Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi terbagi menjadi tiga seksi. Perinciannya, Seksi 1 Gilimanuk-Pekutatan sepanjang 53,6 kilometer (km), Seksi 2 Pekutatan-Soka sepanjang 24,3 km dan Seksi 3 Soka-Mengwi sepanjang 18,9 km. Total panjang tol mencapai 96,84 km.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Iran menegaskan Selat Hormuz tetap ditutup sampai AS memenuhi komitmen dalam nota kesepahaman, termasuk pencabutan blokade dan sanksi minyak.
Dinkes Sleman menemukan gejala depresi dan kecemasan dari skrining 18.845 anak. Deteksi dini dinilai penting untuk kesehatan mental.
Bea Cukai menggagalkan 32 kasus ekspor emas ilegal senilai Rp846,94 miliar sepanjang Januari-Agustus 2026.
Kubu Febrie Adriansyah menggugat praperadilan dan mengidentifikasi 30 dugaan pelanggaran, termasuk penggeledahan rumah di Sentul.
Padukuhan Kroco Kulonprogo menjalani verifikasi ProKlim Lestari. Jika lolos, Kroco menjadi kampung ProKlim Lestari pertama di Kulonprogo.