Hari Penting 3 Agustus, Ada Sindrom Cloves hingga Kasus Korupsi Soeharto
Tanggal 3 Agustus adalah hari memperingati sindrom cengkih atau cloves di dunia. Sindrom ini biasanya muncul saat sejak lahir.
Elon Musk mengenakan batik bomba./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Elon Musk kembali mengenakan batik bomba dari Sulawesi Tengah saat meresmikan Starlink di Bali. Batik ini bukan yang kali pertama dipakai batik Bomba.
Sebelumnya, dia juga pernah menggunakan batik hijau saat berbicara secara virtual dalam KTT Bussiness 20 (B20) dalam forum resmi G20.
Sebelumnya, Elon Musk mendapatkan kiriman batik asal Palu itu untuk dipakai saat B20 Summit.
Lalu, kenapa pilih batik dari Palu? Alasannya adalah Palu menjadi sumber nikel terbesar di Indonesia. Pasalnya, nikel digunakan untuk pembuatan mobil listrik yaitu baterai.
BACA JUGA: Elon Musk: PLTS Jadi Solusi Atasi Krisis Air Global
Elon Musk merupakan CEO Tesla yakni perusahaan mobil listrik terbesar di dunia. Tentu saja, perusahaannya membutuhkan nikel dari Indonesia.
Dikutip dari Jurnal Taylor & Francis, Senin (20/5/2024), makna simbolik pada batik bomba adalah menggambarkan harmonisasi alam, komunikasi simbolik, dan masyarakat tradisi Sulawesi Tengah.
Pola-pola dalam batik bomba sering kali sederhana, anggun, serta mencerminkan kesederhanaan hidup masyarakat Sulawesi Tengah yang tetap menjaga keanggunan dan keindahan dalam keseharian mereka. Batik ini juga sering digunakan saat acara-acara sukacita.
Motif-motif pada batik bomba banyak yang terinspirasi dari alam sekitar, seperti flora dan fauna lokal. Ini melambangkan hubungan harmonis masyarakat dengan alam serta penghargaan mereka terhadap lingkungan.
Beberapa motif dalam batik bomba menggambarkan elemen-elemen yang mencerminkan keberanian dan kekuatan, sesuai dengan karakteristik masyarakat Sulawesi Tengah yang terkenal tangguh dan pemberani.
Setiap motif dalam batik bomba memiliki cerita dan filosofi tersendiri yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ini mencerminkan kearifan lokal dan pengetahuan tradisional yang kaya, yang terus dilestarikan oleh masyarakat.
Batik Bomba adalah salah satu ekspresi identitas budaya masyarakat Sulawesi Tengah. Melalui batik ini, mereka mengekspresikan kebanggaan mereka terhadap warisan budaya dan sejarah daerahnya, sekaligus berusaha menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya ini kepada dunia luar.
Batik bomba bukan hanya sekadar kain dengan pola indah, tetapi juga merupakan media untuk menyampaikan nilai-nilai budaya, sejarah, dan filosofi hidup masyarakat Sulawesi Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Tanggal 3 Agustus adalah hari memperingati sindrom cengkih atau cloves di dunia. Sindrom ini biasanya muncul saat sejak lahir.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.