Coca Cola Penghasil Sampah Plastik Terbanyak

Sirojul Khafid
Sirojul Khafid Sabtu, 11 Mei 2024 16:57 WIB
Coca Cola Penghasil Sampah Plastik Terbanyak

Foto ilustrasi pemilahan sampah botol plastik - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—The Coca Cola Company menjadi perusahaan yang menghasilkan sampah plastik terbanyak tahun 2023. Setidaknya terdapat 33.820 sampah plastik dari perusahaan tersebut, yang tersebar di 40 negara.

Data ini berdasarkan laporan Break Free From Plastic (BFFP) 2023. Mereka mengaudit 250 merek di 41 negara. Relawan yang terdiri dari 8.804 orang mengumpulkan sekitar 537.719 potongan sampah plastik dalam berbagai jenis. Dalam audit sampah plastic secar global ini, The Coca-Cola Company menjadi perusahaan induk yang paling banyak menciptakan sampah plastik.

BACA JUGA :Sultan Jogja Optimistis Persoalan Sampah di DIY Akan Segera Berakhir

Sementara urutan berikutnya untuk pencipta sampah plastik terbanyak yaitu berasal dari Nestlé, Unilever, PepsiCo, Mondelēz International, Mars, Inc., Procter & Gamble, Danone, Altria, dan British American Tobacco. “Top global pencemar plastik ini didefinisikan sebagai perusahaan induk yang limbah plastik dari merek-mereknya, ditemukan paling banyak, dan menimbulkan polusi di negara-negara yang menjadi subjek audit,” tulis dalam laporan BFFP.

Perusahaan Coca-Cola, PepsiCo, dan Nestlé menjadi yang paling konsisten mencemari lingkungan dengan limbah plastiknya. Mereka selalu menempati empat besar terbesar pencemar limbah selama enam tahun BFFP mengaudit sampah plastik.

Di samping menjadi yang teratas dalam menghasilkan sampah plastik, Coca-Cola juga memecahkan rekornya sendiri dengan total menghasilkan 33.820 sampah. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, sampah plastik dari PepsiCo juga meningkat.

“Sudah saatnya perusahaan-perusahaan produsen barang konsumen bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan pada model bisnis mereka. Untuk mengambil akuntabilitas dan memberikan solusi, ada beberapa langkah yang perusahaan harus lakukan,” tulisnya.

Pertama mengungkap penggunaan plastik perusahaan dengan memberikan data publik. Data publik meliputi jenis dan jumlah kemasan yang digunakan di pasar yang berbeda, dan bahan kimia dalam kemasan itu. Kedua mengakhiri dukungan terhadap solusi palsu seperti pembakaran plastik dan daur ulang bahan kimia.

Selanjutnya, mendesain ulang model bisnis dari segala jenis kemasan sekali pakai, termasuk kemasan baru. Keempat berinvestasi dalam sistem pengiriman produk yang mudah diakses dan terjangkau, dapat digunakan kembali, diisi ulang, atau bebas kemasan di semua pasar, sekaligus memastikan transisi yang adil bagi semua pekerja terkait.

BACA JUGA : Muncul Wacana Kontrak Politik Balon Wali Kota Jogja Tangani Sampah 1 Tahun, Jika Tak Mampu Minta Maaf

Gugatan untuk Produsen Limbah

Perusahaan-perusahaan produsen berbagai barang mulai mendapatkan gugatan. Datangnya gugatan lantaran praktik produksi yang menghasilkan banyak limbah. Misalnya tahun 2023, PepsiCo mendapatkan gugatan dari Jaksa Agung Negara Bagian New York, Letitia James.

Letitia menggugat perusahaan tersebut atas polusi plastik yang mereka lakukan. Alasan kedua gugatan, PepsiCo dianggap menyesatkan masyarakat mengenai tujuan mereka untuk menghilangkan plastik sekali pakai dan membahayakan lingkungan. Tuntutan hukum yang berbeda diajukan di AS terhadap The Coca-Cola Company pada tahun 2020 dan 2021.

Pada tahun 2023, tuntutan hukum terhadap negara-negara penghasil polusi utama meningkat di organisasi-organisasi anggota BFFP Eropa. “Bekerja sama dengan Konsumen Eropa Organisasi (BEUC), BFFP Eropa mengajukan pengaduan hukum terhadap Coca-Cola, Danone dan Nestlé,” tulis dalam laporan BFFP.

BFFP Eropa menganggap klaim '100% didaur ulang' dan '100% dapat didaur ulang' pada botol minuman sekali pakai yang dijual perusahaan di kawasan Eropa menyesatkan konsumen. Data audit merek menjadi dasar hukum dan bukti pengajuan gugatan.

 Grafis

10 Perusahaan Global Teratas Pencemar Plastik Tahun 2023

Peringkat

Perusahaan

Negara

Jumlah Limbah Plastik (pcs)

Jenis Produk Terbanyak

Jenis Brand Terbanyak

1

The Coca Cola Company

40

33.820

Botol

Coca Cola

2

Nestle

33

9.931

Botol dan bungkus makanan

Nestle Water

3

Unilever

31

4.485

Deterjen, saset, dan botol

Surf Excel

4

Pepsico

30

34.780

Bungkus makanan dan botol

Lay’s

5

Mondelez International

26

8.094

Bungkus makanan dan bungkus permen

Center Fruit

6

MARS

24

1.247

Bungkus makanan dan bungkus permen

Snickers

7

P&G

21

776

Saset dan popok

Vicks

8

Danone

18

3.602

Botol, gelas plastik, dan label

Aqua

9

Altria

16

1.174

Bungkus rokok

Marlboro

10

BAT

15

259

Bungkus rokok

Camel

 

10 Teratas Perusahaan Induk dengan Sampah plastik Tertinggi 2023

Peringkat

Perusahaan Induk

Jumlah Sampah Plastik (pcs)

1

Pepsico

34.780

2

The Coca Cola Company

33.820

3

Nestle

9.931

4

Mondelez International

8.094

5

Unilever

4.485

6

Danone

3.602

7

MARS

1.247

8

Altria

1.174

9

P&G

776

10

BAT

259

 

Jenis Produk Paling Umum Ditemukan

Peringkat

Jenis sampah plastik

Jumlah (pcs)

1

Bungkus makanan

429.182

2

Bahan rokok

34.491

3

Peralatan pribadi

12.410

4

Produk peralatan rumah

12.111

5

Bungkus produk

6.170

6

Alat memancing

1.874

7

Lainnya

19.071

 

5 Jenis Kemasan Makanan Paling Banyak Ditemukan

Peringkat

Jenis Plastik

Jumlah (pcs)

1

Botol

104.771

2

Bungkus makanan

66,968

3

Plastik cup

37.897

4

Cup yogurt

18.143

5

Bungkus keju

12.022

 

5 Jenis Bahan Plastik Paling Banyak Ditemukan

Peringkat

Jenis Bahan Plastik

Jumlah (pcs)

1

PET

140.734

2

PP

46.994

3

HDPE

14.104

4

PS

13.763

5

PVC

520

6

Lainnya

238.814

 

Sumber:

https://drive.google.com/file/d/1YFyfRv4m_viZZXa8b1HdpucDX3WEwJzv/view

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis