Lereng Barat Daya Merapi Diguyur Deras, Warga Diminta Waspada
Hujan deras di lereng barat daya Merapi picu risiko lahar dan awan panas. Warga diminta menjauhi sungai berhulu Merapi.
Ilustrasi bus kecelakaan - Freepik
Harianjogja.com, PERU—Sebuah bus terguling dan masuk ke jurang di pegunungan Andean, Peru bagian utara. Sebanyak 25 orang dilaporkan meninggal dunia, 13 lebih terluka.
Pemerintah setempat melaporkan bus itu hendak menuju Kota Socochuco pada Minggu (28/4/2024) waktu setempat atau Senin (29/4/2024) WIB. Bus tiba-tiba terguling dan tergelincir ke tebing lalu masuk ke sungai.
Kronologi ini dijelaskan Olga Bobadilla, seorang jaksa provinsi untuk wilayah Cajamarca kepada Radio RPP dan dikutip Reuters.
BACA JUGA: Tak Semua Harus Dirangkul, Prabowo Diminta Sisakan 2 Partai Agar Bisa Jadi Oposisi
“Informasi lanjutan masih terus dikumpulkan karena kecelakaan terjadi pada malam hari di jalanan berbatu dan tanpa aspal, dimana bus masuk ke dalam sungai, kata Bobadilla, seperti kutip dari Reuters, Selasa (30/4/2024).
Wali Kota Celendin, Jaime Herrera, mengatakan kepada pers bahwa jumlah korban tewas mungkin bertambah dan beberapa jenazah mungkin jatuh ke Sungai Sendamal. Pasukan pemadam kebakaran dan tim pertahanan sipil dikerahkan ke lokasi kecelakaan. Investigasi akan diluncurkan atas kecelakaan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hujan deras di lereng barat daya Merapi picu risiko lahar dan awan panas. Warga diminta menjauhi sungai berhulu Merapi.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.