Telkom Perkuat Kesiapan Hadapi Era Komputasi Kuantum
Pemerintah mulai mempercepat langkah antisipasi terhadap potensi ancaman keamanan siber seiring perkembangan teknologi komputasi kuantum.
Suasana bedah buku bertajuk Menyiapkan dan Membentuk Jiwa Entrepreneur pada Anak yang digelar di Balai Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Kamis (14/3/2024). - Ist/DPAD DIY
JOGJA—Indonesia termasuk negara dengan jumlah wirausaha yang masih sedikit sehingga dibutuhkan pengusaha-pengusaha baru agar Indonesia bisa menjadi negara maju. Salah satu cara meningkatkan jumlah pengusaha adalah dengan menyiapkan dan menumbuhkan jiwa entrepreneurship atau kewirausahaan pada anak.
Dalam program bedah buku bertajuk Menyiapkan dan Membentuk Jiwa Entrepreneur pada Anak yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, bekerja sama dengan DPRD DIY di Balai Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Kamis (14/3/2024), Sri Yatmi selaku narasumber memaparkan cara menyiapkan dan menumbuhkan jiwa entrepreneur pada anak.
"Banyak sekali hal yang dapat dilakukan ayah dan bunda di rumah untuk mendukung tumbuh kembang anak khususnya dalam hal berwirausaha. Antara lain membiasakan anak melakukan sendiri hal-hal yang sudah mampu ia lakukan, menjalin komunikasi efektif dengan anak serta, melatih anak membantu pekerjaan orang tua sesuai kemampuannya," katanya, Kamis.
Sri Yatmi juga mengatakan, sebaiknya keluarga memperbanyak kegiatan bersama misal makan, ibadah, olahraga, termasuk bercocok tanam, berjualan dan sebagainya. Cara seperti ini diharapkan akan menumbuhkan jiwa wirausaha pada anak. "Ini juga bisa mengasah jiwa kepemimpinan anak, menumbuhkan cara berpikir kreatif, mendidik anak dengan memikirkan risiko, serta selalu memberikan motivasi," jelasnya.
Praktisi kewirausahaan, M Affan memaparkan pengalaman yang dia alami tentang bagaimana cara menumbuhkan jiwa wirausaha pada anak. Ia juga memaparkan apa dampak dari menanamkan jiwa entrepreneur sejak dini, dan hasil apa saja yang diperoleh dari jiwa wirausaha yang ditanamkan pada anaknya. "Selain bisa menghasilkan materi, kegiatan semacam ini juga bisa menambah keharmonisan keluarga, dan anak mudah bergaul dengan siapa saja," kata dia.
BACA JUGA: Merasa Sudah Mampu, Puluhan Keluarga Penerima Manfaat Bansos di Gunungkidul Mundur
Anggota DPRD DIY Amir Syarifudin mengatakan, saat ini semakin banyak pihak menyadari pentingnya peran perempuan di masyarakat, termasuk memberikan pembelajaran kepada anak melalui jiwa entrepreneur sejak dini. Dengan pengenalan sejak dini diharapkan anak mempunyai kemandirian yang tinggi dan juga tanggung jawab yang tinggi pula.
"Saya berharap kegiatan semacam ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Apalagi buku yang dibedah juga buku yang bagus yang bisa memberi kemanfaatan bagi masyarakat," katanya.
Adapun terkait penguatan literasi mengenai minat baca dan bedah buku, Wardoyo dari DPAD DIY mengatakan perpustakaan di Grhatama Pustaka yang terletak di Janti, Kapanewon Banguntapan selain dapat diakses secara langsung dengan datang ke perpustakaan juga bisa diakses melalui laman https://ijogja.id/ secara gratis untuk peminjaman buku online.
"Tidak hanya perpustakaan, di Grhatama Pustaka juga ada pameran Diorama Kearsipan," katanya. Mengenai buku Menyiapkan dan Membentuk Jiwa Entrepreneur pada Anak, dia mempersilakan peserta agar dapat mengikuti kegiatan bedah buku dengan baik. Wardoyo berharap dengan dilaksanakannya kegiatan bedah buku ini menjadikan budaya baca masyarakat meningkat. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah mulai mempercepat langkah antisipasi terhadap potensi ancaman keamanan siber seiring perkembangan teknologi komputasi kuantum.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.