Demi Swasembada Pangan Kuota Pupuk Bersubsidi Bakal Ditambah

Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa Sabtu, 02 Maret 2024 11:17 WIB
Demi Swasembada Pangan Kuota Pupuk Bersubsidi Bakal Ditambah

Petugas merapikan pupuk di pabrik PT Pupuk Kujang. - ANTARA/Ali Khumaini

Harianjogja.com, BONTANG— Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar kuota subsidi pupuk ditambah dari semua 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton pada 2024.

Jokowi mengungkapkan penambahan subsidi pupuk tahun ini dilakukan sebagai upaya menjamin ketersediaan untuk petani. "Tahun kemarin hanya 4,7 [juta ton] ini akan dikejar ke 9,5 juta ton sehingga kepastian pupuk untuk petani betul-betul ada dan disubsidi," kata Jokowi, dikutip Sabtu (2/3/2024).

BACA JUGA: Alokasi Pupuk Bersubsidi di Gunungkidul 2024 Capai 20.460 Ton

Di sisi lain, dia pun meminta kementerian terkait untuk mengatur tata kelola distribusi subsidi pupuk agar tepat sasaran. Jokowi mewanti-wanti musim tanam mundur karena pasokan langka pupuk.

"Berapa ton yang akan dikirim ke petani kemudian kepastian mengenai timing kapang petani menggunakan pupuk juga itu bisa diatur oleh kementerian. Sehingga betul-betul musim tanam tidak mundur karena pupuk," terangnya.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi mengatakan alokasi tersebut kembali pada volume subsidi pupuk sebelum pandemi dalam rangka swasembada pangan.

"Kesiapannya cukup karena kita sampai hari ini saja, stok kita itu 1,8 juta ton, dan angka itu 3 kali dari ketentuan stok minimum," kata Rahmad kepada wartawan, dikutip Jumat (1/2/2024).

BACA JUGA: Petani Bisa Akses Pupuk Subsidi Gunakan KTP

Dia menegaskan bahwa stok pupuk subsidi tahun ini akan tercukupi, terlebih untuk musim panen pertama tahun ini. Bahkan, stok tersebut 3 kali kebih besar dari kebutuhan satu musim. Untuk diketahui, pemerintah memutuskan untuk menambah subsidi pupuk senilai Rp14 triliun pada tahun ini.

Adapun, alokasi anggaran subsidi pupuk pada 2024 tercatat senilai Rp26,6 triliun, sehingga total penyaluran pada tahun ini membengkak menjadi Rp40,6 triliun. Sejalan dengan itu, penerima subsidi pun bertambah dari sebelumnya 5,7 juta petani menjadi 8,2 juta petani.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online