Suluh Sumurup Art Festival 2026 Tegaskan Eksistensi Seniman Disabilitas Lewat Karya
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana seusai rapat koordinasi dengan Kepala Biro Pemerintah, Otonomi Daerah, dan Kerja Sama bersama OPD terkait di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat, (3/11/2023). - ist/Humas Jateng
SEMARANG–Kerja sama yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Chungcheongbuk-do (CCBD), Korea Selatan (Korsel) menghasilkan berbagai kerja sama.
Sejumlah bidang yang dilakukan kerja sama sebagai sister province adalah sektor pendidikan, ekonomi, informasi teknologi (IT) dan media, olahraga, pertanian, dan reformasi birokrasi.
"Jadi kami menindaklanjuti peningkatan kerja sama sebagai sister province dengan Chungcheongbuk-do, Korea Selatan,” kata Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana seusai rapat koordinasi dengan Kepala Biro Pemerintah, Otonomi Daerah, dan Kerja Sama bersama OPD terkait di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat, (3/11/2023).
Menurut Nana, peningkatan kerja sama antara kedua provinsi ini dapat meningkatkan hubungan internasional antara Indonesia dengan Korea Selatan yang sudah berjalan baik. Selain itu, Kerja sama ini juga mampu meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan perekonomian masyarakat Jawa Tengah.
Dibeberkan Nana, kerja sama yang ditingkatkan pada sektor pendidikan meliputi peluang beasiswa level sarjana di Chungcheongbuk-do dan penyerapan lulusan SMA/SMK di perusahaan asal Korea Selatan. Termasuk peningkatan kompetensi sekolah vokasi di Jawa Tengah agar link and match dengan perusahaan.
BACA JUGA: Tim Seleksi KID DIY Umumkan Hasil Wawancara Calon Anggota, Berikut Ini Daftarnya
"Jadi dipersiapkan kurang lebih 1.000 beasiswa. Jadi mereka bisa kuliah di sana sambil bekerja di perusahaan. Ini akan terus kami tindaklanjuti dan siapkan skemanya," jelasnya.
Sedangkan, untuk kerja sama sektor ekonomi, di antaranya terkait ekspor sejumlah produk unggulan Jawa Tengah seperti bahan baku kosmetik, batik, furniture, dan beberapa produk lainnya. Kerja sama di bidang ini sudah berjalan dengan baik.
Untuk investasi, Korsel ini menempati urutan kedua investor tertinggi yang ada di Jawa Tengah. “Ini akan lebih kita tingkatkan lagi ekspornya. Kami akan banyak mengekspor produk seperti baju batik, furnitur, dan produk-produk lain," katanya.
Selain itu, kerja sama atau kolaborasi yang juga ditingkatkan terkait dengan capacity building sektor informasi teknologi dan media, olahraga, dan pertanian. Sejumlah program di beberapa sektor itu saat ini sudah berjalan dan sedang digodok lagi untuk program-program lainnya.
"[Sektor] olahraga, kami ke depan akan mengirimkan atlet dan pelatih untuk pelatihan dan pembinaan di sana," ungkapnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.