ESDM Siapkan Rp4,86 Triliun Pulihkan Kapasitas PLTP Sarulla
ESDM menyiapkan investasi Rp4,86 triliun untuk memulihkan kapasitas PLTP Sarulla menjadi 330 MW dan mengembangkan potensi panas bumi.
Peta rencana rute LRT Bali./ Dok. Reddit
Harianjogja.com, JAKARTA–Beda pendapat soal tenggat studi kelayakan LRT Bali mencuat.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa berbeda suara dengan Konsorsium Korea Selatan (Korsel) soal tenggat studi kelayakan LRT Bali. Sebab Suharso menargetkan studi kelayakan atau feasibility study untuk proyek LRT Bali rampung pada akhir 2023. Dia menjelaskan total panjang lintasan LRT Bali direncanakan sekitar 17 kilometer yang membentang dari Bandara I Gusti Ngurah Rai hingga kawasan Seminyak. Untuk tahap pertama, LRT Bali akan dibangun sepanjang sekitar 6,7 kilometer. “Kita akan mulai pembangunannya sepanjang 6,7 kilometer, dari bandara ke Central Park,” jelas Suharso, Senin (23/10/2023).
Adapun, Suharso tidak berkomentar banyak terkait adanya konsorsium Korea Selatan yang disebut menggarap studi kelayakan ini. Dia mengatakan masalah tersebut merupakan ranah dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dia menambahkan tugas Bappenas dalam proyek LRT Bali adalah menghitung bagian dari unsur barang publik seperti ruang milik jalur (right of way). Unsur barang publik pada proyek LRT Bali nantinya direncanakan untuk didanai oleh pemerintah.
BACA JUGA
Konsorsium Korsel Bakal Bangun LRT di Bali, Groundbreaking Tahun Depan
Investasi Asing di IKN Terus Digenjot, Mulai Finlandia, AS Hingga Korsel
Menhub Angkat Bicara Soal Pembatalan 28 Perjalanan LRT Jabodebek
Sementara itu, untuk aspek lain seperti sarana, opex, investasi persinyalan dan lainnya dapat dilakukan secara business to business (B2B). “Untuk yang selain unsur barang publik, itu bisa dilakukan business based. Karena kalau tidak, tiketnya [LRT] itu tidak affordable,” kata Suharso. Sebelumnya, konsorsium asal Korea Selatan dikabarkan telah berhasil memenangkan kontrak untuk studi kelayakan (feasibility study) untuk pembangunan LRT Bali.
Mengutip pemberitaan dari news1.kr, kontrak tersebut dimenangkan oleh konsorsium yang terdiri atas Korea Railroad Corporation atau Korail, KRC Co. Ltd., Saman Co. Ltd. dan Dongmyeong Co. Ltd. Penandatanganan kontrak studi ini disebut telah dilakukan pada Rabu (18/10/2023). Studi kelayakan tersebut dilakukan untuk pembangunan fase pertama LRT Bali yang akan membentang sepanjang 5,3 kilometer dengan empat stasiun pemberhentian. Rencananya, LRT tersebut akan menghubungan Bandara Ngurah Rai ke daerah wisata Kuta. Studi tersebut akan dilakukan selama 10 bulan dimulai dari Oktober 2023 hingga Agustus 2024. Setelah proses kajian itu rampung, proyek ini akan dikerjakan dengan dukungan Economic Cooperation Fund (EDCF) dan Economic Cooperation Promotion Fund (EDPF) melalui perjanjian pinjaman antara pemerintah Korea Selatan dan Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
ESDM menyiapkan investasi Rp4,86 triliun untuk memulihkan kapasitas PLTP Sarulla menjadi 330 MW dan mengembangkan potensi panas bumi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyiapkan aturan keselamatan transportasi, termasuk asesmen direksi dan komisaris operator transportasi publik.
Pasangan muda di Mlati makin mempertimbangkan pendidikan, karier dan ekonomi sebelum menikah. Usia pendaftar terbanyak sekitar 25 tahun.
Sebanyak 25 daerah di Jatim mengajukan bantuan air bersih akibat kekeringan. Khofifah menyiapkan OMC, pipanisasi dan sumur bor.
Haul Solo ke-115 di Masjid Riyadh, Solo, berlangsung lancar. Panitia menyebut jemaah mencapai seratusan ribu orang.
Panjat tebing Indonesia gagal menambah medali dari nomor lead putra dan putri di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.