Aturan Contra Flow CikampekBogor Selama Libur Nataru 2025
Aturan lengkap contra flow Cikampek dan Bogor untuk libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Ilustrasi neraca perdagangan Indonesia lewat kegiatan ekspor-impor menggunakan kapal. JIBI/Bisnis
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Peningkatan Ekspor melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 24/2023, alasannya karena kinerja perdagangan luar negeri yang terus menurun.
Jokowi melihat kondisi global yang saat ini masih terjadi, utamanya invasi Rusia ke Ukraina yang belum diketahui penyelesaiannya, menekan kinerja ekspor Indonesia.
“Bahwa perkembangan dinamika ekonomi dan geopolitik global memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional khususnya di bidang ekspor,” sebagaimana tertulis dalam belied tersebut, dikutip, Kamis (28/9/2023).
Untuk itu, dalam rangka menjaga dan meningkatkan kinerja ekspor nasional serta memperkuat neraca perdagangan sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, diperlukan strategi yang adaptif, responsif, dan kolaboratif yang dilakukan secara terintegrasi oleh suatu satuan tugas khusus.
Satgas yang terdiri dari Tim Pengarah dan Tim Pelaksana tersebut diketuai oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian, yaitu Airlangga Hartarto. Sementara Menteri Perdagangan dan Menteri Keuangan menjadi wakil.
Airlangga menyampaikan bahwa Keppres tersebut akan memperkuat berbagai upaya dan strategi pemerintah untuk lebih meningkatkan kinerja ekspor Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.
"Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengantisipasi perlambatan permintaan ekspor di negara tujuan ekspor tradisional dengan mengeksplorasi pasar tujuan ekspor baru seperti India, Afrika, dan Amerika Latin," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (27/9/2023).
Adapun, pemerintah terus berupaya meningkatkan daya saing, mengidentifikasi potensi dan memetakan produk-produk ekspor potensial Indonesia.
Pemerintah juga akan terus memperluas informasi mengenai peluang pasar bagi eksportir dan mendorong peran aktif para Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) sebagai marketing produk ekspor Indonesia di luar negeri.
Selain itu, pemerintah juga sedang mempercepat penyelesaian perjanjian perdagangan Comprehensive Economic Partnership Agreement, khususnya IEU-CEPA, dan menjajaki CEPA dengan India.
Kinerja Ekspor Indonesia
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2023, nilai ekspor tercatat di angka US$22 miliar, naik sebesar 5,47 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).
Apabila membandingkan pada Agustus 2022 atau secara tahunan (year-on-year/yoy), turun cukup dalam sebesar 21,21 persen, di mana mencapai US$27,93 miliar.
Penurunan tersebut akibat nilai ekspor dari sektor migas dan nonmigas kompak menyusut, masing-masing 20,69 persen (yoy) dan 21,25 persen.
BACA JUGA: Ada Peluang, Disperindag DIY Optimalkan Ekspor Produk Makanan
Pada Agustus tahun lalu, ekspor nonmigas mencapai US$26,27 miliar, kemudian pada 2023 anjlok ke US$20,69 miliar. Sementara ekspor migas menyusut dari US$1,66 miliar menjadi US$1,32 miliar.
Komoditas unggulan ekspor Indonesia, yakni batu bara, pada Agustus 2023 menurun baik secara bulanan maupun tahunan. Bahkan secara tahunan terkontraksi hingga 48,91 persen.
Sementara untuk minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terkontraksi sebesar 35,23 persen (yoy). Pasalnya, harga batu bara dan CPO juga terkoreksi dibandingkan tahun lalu, yaitu masing-masing turun 62,5 persen dan 16,1 persen.
BPS juga mencatat sejalan dengan tekanan ekonomi global di wilayah Eropa, pangsa ekspor ke tujuan tersebut terus mengalami penurunan. Akibatnya, surplus neraca dagang terus menurun ke angka US$24,34 miliar, bahkan selisis US$10,55 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Selama Januari hingga Agustus 2023, secara kumulatif neraca perdagangan barang Indonesia mencatatkan surplus. Namun, surplus yang terjadi lebih rendah dibandingkan dengan surplus neraca perdagangan pada periode yang sama tahun lalu,” tulis BPS.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Aturan lengkap contra flow Cikampek dan Bogor untuk libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.