Investasi Bodong Terbongkar! Satgas PASTI Hentikan CANTVR & YUDIA
Satgas PASTI hentikan CANTVR dan YUDIA. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu, masyarakat diminta waspada.
Galon air/Ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Penyebab pasti kanker prostat memang belum terungkap, hanya faktor risiko yang bisa dideteksi. Akan tetapi akhir-akhir ini beredar isu air galon isi ulang menyebabkan kanker prostat. Ahali mengungkap bahwa isu tersebut tak bisa dipertanggungjawabkan.
Dokter Spesialis Urologi RSUD Semarang,Muhammad Royanul Firdaus mengatakan kanker prostat berisiko terjadi pada orang-orang berkulit hitam yang memiliki pola makan daging merah. “Itu hanya faktor risikonya saja, sedang sampai sekarang untuk penyebab langsungnya belum diketahui,” kata Royanul dikutip Antara.
BACA JUGA : Eastparchotel Yogyakarta Komitmen terhadap Kelestarian Lingkungan
Berdasarkan penelitian di Amerika Serikat ditemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi lebih banyak daging merah, resiko terjadinya kanker prostat itu lebih besar. Adapun gejala kanker prostat itu sendiri bervariasi mulai dari tanpa gejala sampai dengan gejala keluhan susah buang air kecil.
Dia menuturkan untuk yang tanpa gejala, kemungkinan bisa terjadi untuk orang yang sudah usia lanjut yang kondisinya tiba-tiba tidak bisa jalan. Dia juga membantah isu-isu yang menyatakan bahwa air galon guna ulang itu bisa menyebabkan penyakit kanker prostat.
”Untuk pengobatan kanker prostat juga disesuaikan dengan tingkat keparahan kanker dan kondisi pasien secara keseluruhan,” katanya.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat menyebut salah satu gejala kanker prostat adalah susah buang air kecil. Sementara, Layanan National Health Services (NHS) di Inggris memperingatkan bahwa kanker prostat biasanya berkembang perlahan-lahan. Hal itu memungkinkan pasien tak menyadari gejalanya selama bertahun-tahun.
BACA JUGA : Galon Air Minum Disebut Picu Autisme pada Anak, Ini Faktanya
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Profesor Aru Wisaksono Sudoyo mengatakan hingga saat ini bahan BPA yang terdapat dalam kemasan plastik polikarbonat tidak terbukti menyebabkan kanker. Oleh sebab itu, Aru meminta agar masyarakat tidak perlu panik dan takut untuk mengonsumsi AMDK galon.
“Masyarakat juga tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsi AMDK galon guna ulang. Bahkan salah satu kiat untuk mencegah kanker adalah dengan rutin minum air putih yang cukup dan menerapkan gaya hidup sehat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Satgas PASTI hentikan CANTVR dan YUDIA. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu, masyarakat diminta waspada.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.