Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Ilustrasi motor Honda yang pakai rangka eSAF./ Dok. Kemenhub
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melaporkan hasil temuan penelitian rangka enhanced Smart Architecture Frame (eSAF) motor Honda.
Berdasarkan siaran pers, Jumat (15/9/2023), tim peneliti dari Kemenhub dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan penelitian terhadap rangka eSAF Sepeda motor Honda sejak Agustus hingga September 2023.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno menjelaskan menurut tim peneliti, PT Astra Honda Motor (AHM) membuat rangka eSAF dari raw material berupa High Strength Steel (HSS) yang diproses menjadi rangka dan kemudian dilakukan pelapisan coating dengan metode CED (Cathodic Electro Deposition) secara dipping (celup).
BACA JUGA : Soal Rangka eSAF, Ini Hasil Penelitian Kemenhub & KNKT
Tim peneliti, lanjutnya, melihat proses pengendalian kualitas produk mulai tahap incoming material, press, welding dan pelapisan. Item kontrol termasuk dimensi maupun ketebalan dari hasil proses pelapisan telah dilakukan dan telah memenuhi persyaratan standard manufacturing global.
Berdasarkan hasil perhitungan finite element method dan divalidasi secara pengujian aktual di fasilitas milik AHM, dapat dikatakan struktur rangka eSAF cukup kuat dan tidak memiliki daerah kritis atau fatigue dengan stress load yang tinggi. Tegangan yang terjadi masih jauh di bawah yield point (batas elastis) dari material rangka.
Dalam hal ini, Ditjen Hubdat dan KNKT juga meneliti rangka eSAF dari motor konsumen. Berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan adanya karat pada bagian dalam rangka yang tidak terlapisi coating dan lubang pembuangan bawah yang berpotensi tertutup kotoran sehingga membuat air tersumbat serta berpotensi menyebabkan udara lembab di sekitar rangka dan dapat bersifat korosif.
Sementara itu, PT Astra Honda Motor (AHM) bakal segera menindaklanjuti hasil penelitian dari pihak Kemenhub dan juga KNKT dengan melakukan pemeriksaan terhadap setiap keluhan konsumen.
GM Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin mengapresiasi langkah pemerintah yang memperhatikan keselamatan pengguna sepeda motor dengan adanya penelitian ini.
“Kami akan menindaklanjuti dengan beberapa langkah antara lain dengan memberikan layanan terbaik melalui pemeriksaan dan penanganan terhadap setiap keluhan konsumen di jaringan bengkel resmi kami,” ujar Muhibbudin, Jumat (15/9/2023).
Berdasarkan catatan JIBI/Bisnis, Sabtu (26/8/2023), Muhibbudin menyampaikan penggunaan rangka motor ini bisa menghemat konsumsi bahan bakar karena bobot eSAF yang ringan.
"Banyak salah satu membuat motor agile enak dikendarai, terus karena bobot ringan otomatis konsumsi bahan bakar hemat," ujarnya.
Di sisi lain, penggunaan rangka ini pun tidak serta merta digunakan untuk seluruh produk Honda terbaru. Pasalnya, hal itu akan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen maupun karakteristik sepeda motor. Misalnya, PCX dan ADV yang menggunakan rangka double cradle.
Namun, rangka eSAF bukan termasuk barang baru bagi pemimpin penjualan sepeda motor di Indonesia itu. Berikut sejumlah motor Honda yang dipastikan menggunakan rangka eSAF.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Pemkab Gunungkidul mengambil alih pengelolaan retribusi wisata di TPR Kemadang setelah ditemukan kebocoran penarikan retribusi.
Harga ayam dan telur mulai naik seiring program MBG kembali berjalan. Dapur SPPG diminta membeli bahan baku langsung dari peternak.
Kemenkeu menyiapkan pertemuan dengan pimpinan BI usai Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Pemkab Kulonprogo mengeluhkan minimnya keterlibatan dalam program MBG dan menyoroti sebaran SPPG yang belum merata di wilayahnya.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.