Kapal yang Bayar Tol Selat Hormuz Terancam Kehilangan Asuransi
Lloyd's Market Association menyatakan kapal yang membayar tol Selat Hormuz kepada Iran berisiko kehilangan perlindungan asuransi.
AS akan kirim Ukraina senjata uranium yang bisa menembus rompi lapis baja./Wikipeda
Harianjogja.com, SOLO—Rusia marah dengan manuver Amerika Serikat (AS) yang akan mengirim senjata uranium ke Ukraina. Kremlin bahkan menjuluki Washington telah melakukan tindakan kriminal.
Dilansir dari Livemint, keputusan AS untuk memasok senjata uranium ke Ukraina tidak hanya membuat marah Rusia tetapi juga meningkatkan kekhawatiran mengenai dampak keselamatan dan lingkungan di wilayah tersebut.
Seperti diketahui, Pentagon, departemen pertahanan AS, mengumumkan paket bantuan keamanan baru senilai hingga $175 juta untuk Ukraina.
Paket ini mencakup amunisi depleted uranium yang khusus ditujukan untuk tank Abrams AS. Depleted uranium adalah bahan padat yang dihasilkan sebagai produk sampingan dari pengayaan uranium.
Ini digunakan dalam amunisi karena kepadatannya memungkinkan peluru menembus baju besi tebal dengan mudah.
Namun, ada risiko kesehatan yang signifikan terkait dengan debu yang dihasilkan ketika amunisi uranium yang sudah habis digunakan, termasuk potensi kanker dan cacat lahir.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengecam keras keputusan AS tersebut dan menyebutnya sebagai “tindakan kriminal.”
Dia menyatakan keprihatinan mendalam atas pengabaian pemerintah AS terhadap dampak lingkungan dari penggunaan amunisi tersebut di zona pertempuran.
Berbicara di sebuah seminar keamanan, Ryabkov juga menyuarakan kekhawatiran sebelumnya tentang risiko perang nuklir akibat “tekanan” Barat terhadap Moskow.
Dia memeringatkan bahwa rencana ini dapat membuat situasi menjadi semakin dekat dengan konflik bersenjata antara negara-negara yang memiliki senjata nuklir.
Rusia telah lama menuduh negara-negara Barat menggunakan Ukraina sebagai medan perang proksi untuk melemahkan Moskow secara strategis.
Di sisi lain, Amerika Serikat dan sekutunya berpendapat bahwa dukungan mereka terhadap Ukraina ditujukan untuk membantu negara tersebut mempertahankan diri dari invasi Rusia dan memulihkan wilayah yang direbut Moskow selama konflik yang telah berlangsung selama 18 bulan.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Lloyd's Market Association menyatakan kapal yang membayar tol Selat Hormuz kepada Iran berisiko kehilangan perlindungan asuransi.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.