Iran Segera Gabung Bank BRICS, Hindari Tekanan Sanksi AS
Iran dikabarkan segera bergabung dengan New Development Bank milik BRICS di tengah tekanan sanksi dan konflik dengan AS serta Israel.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate berjalan keluar gedung Kejaksaan Agung seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (17/5/2023). Bisnis/Suselo Jati
Harianjogja.com, SOLO—Nama Menteri Pemuda dan Olahraha (Menpora) Dito Ariotedjo terseret kasus korupsi Base Transceiver Station (BTS) 4G BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Setelah muncul dugaan pengembalian dana Rp27 miliar kini muncul misteri uang Rp243 miliar.
Terkait uang Rp27 miliar yang dikembalikan ini, diungkapkan oleh pengacara Direktur PT Solitech Media Synergi Irwan Hermawan, Maqdir Ismail. Dia mengatakan jika tak berselang lama setelah pemanggilan Menpora Dito oleh Kejagung, ada pihak swasta yang mengembalikan uang sebesar Rp27 miliar.
BACA JUGA: Berikut Deretan Pejabat yang Diduga Menerima Duit Korupsi BTS Kominfo
Uang sebesar Rp27 miliar tersebut dikembalikan dalam bentuk uang dollar AS. Sang pengacara senior tidak menyebutkan siapa pihak swasta yang dimaksud. Hanya saja, sebelumnya Irwan Hermawan mengatakan bahwa dirinya mengalirkan dana dengan nilai yang sama kepada Menpora Dito Ariotedjo.
Terkait hal ini, nama Maqdir Ismail kemudian viral. Kejagung kemudian memanggil pengacara tersebut pada Senin 10 Juli 2023 kemarin. Namun, Maqdir mengatakan dirinya tak bisa memenuhi panggilan dan minta dijadwalkan ulang.
Misteri Rp243 M
Setelah misteri Rp27 miliar, kini muncul misteri baru dengan nominal yang lebih besar yakni Rp243 miliar.
Misteri ini diungkap oleh Irma Hutabarat selaku Juru Bicara PSI yang ikut memberikan komentarnya terkait mega korupsi BTS ini.
Menukil keterangan yang konon diberikan Irwan Hermawan, selaku Komisaris PT Solitech Media Sinergy, uang Rp243 miliar merupakan duit yang digunakan oleh sang komisaris untuk meredam isu korupsi agar tak menyeruak ke permukaan.
Menurut Irma, uang Rp243 miliar tersebut didapat dari saweran konsorsum dan sub kontraktor proyek BTS.
BACA JUGA: Jaksa Beri Jawaban Eksepsi Johnny Plate Sempat Seret Nama Jokowi Terkait Korupsi BTS
"Irwan menebar Rp243 miliar untuk meredam kasus korupsi ini. Bayangkan, uang Rp243 miliar itu banyak lho. Uang diperoleh dari saweran konsorsium dan sub kontraktor proyek BTS itu," kata Irma dilansir dari video yang diunggah di Twitter PSI.
Sebelumnya, Irwan Hermawan memang menyebut mendapatkan uang Rp243 miliar. Namun uang tersebut digunakan untuk dialirkan ke 11 penerima.
Yang jadi misteri, hingga kini tak ada muncul nama-nama para politisi yang diduga turut terlibat.
Inilah yang kemudian membuat publik mempertayakan manuver Kejagung. Ke mana saja aliran dana Rp243 jutanya?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Iran dikabarkan segera bergabung dengan New Development Bank milik BRICS di tengah tekanan sanksi dan konflik dengan AS serta Israel.
Indonesia diproyeksikan mencatat pertumbuhan orang superkaya tercepat di dunia, dari 3.833 menjadi 6.966 orang pada 2031.
Thomas Tuchel meminta Inggris move on dari Piala Dunia setelah tampil impresif di Nations League dan menang 3-0 atas Ceko.
Memasuki usia 270 tahun, Kota Jogja perlu menjaga karakter, budaya, dan kesahajaan masyarakat sebagai identitas di tengah perkembangan dan modernisasi kota.
Warga Gading V, Playen, Gunungkidul mulai kesulitan air bersih karena sumur mengering akibat kemarau panjang.
Syahganda Nainggolan mengklarifikasi video lama yang kembali beredar dan menegaskan rekaman dibuat sebelum dirinya masuk pemerintahan.