Kinerja BPR/BPRS Tumbuh di 2026, Aset Tembus Rp236 Triliun
OJK mencatat industri BPR/BPRS tetap tumbuh hingga Maret 2026 dengan aset Rp236,69 triliun dan permodalan kuat.
Sejumlah warga memperbaiki terpal pelindung petak-petak untuk budidaya garam di Pantai Dadapayam, Kalurahan Kanigoro, Saptosari, Senin (15/3/2021). /Ist- Dok Kelompok Petani Garam di Pantai Dadapayam
Harianjogja.com, JAKARTA—Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (Apgri) menyatakan siap untuk memenuhi kebutuhan garam dalam negeri. Keyakinan ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta kebutuhan material penting untuk obat dan konsumsi itu dapat dipenuhi oleh produsen dalam negeri baik petambak garam dan badan usaha terkait paling lambat tahun depan.
BACA JUGA: Rencana Tambak Udang di Sanden Ditolak Warga
Ketua Apgri Jakfar Sodikin menyampaikan, selama harga garam bagus dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, para petani akan berproduksi secara maksimal.
“Kalau dari petani garam, kami sebenarnya siap-siap aja sebenarnya,” kata Jakfar kepada Bisnis, dikutip Senin (10/7/2023).
Namun demikian, produksi garam dalam negeri harus didukung oleh beberapa faktor, diantaranya cuaca apalagi saat ini Indonesia tengah dilanda El Nino. Menurutnya, El Nino akan mendukung produksi petani garam mengingat selama El Nino Indonesia akan dilanda kemarau panjang.
Selain itu, petani garam berharap adanya dukungan dari pemerintah dalam hal teknologi baru, selain teknologi yang sudah digunakan selama ini. Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah juga diharapkan dapat mendukung terbukanya pasar untuk produksi dalam negeri.
“Poinnya, kami sangat setuju dengan Perpres 126,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Jokowi melalui Peraturan Presiden (Perpres) No.126/2022 tentang Percepatan Pergaraman Nasional meminta kebutuhan garam harus dipenuhi dari hasil produksi dalam negeri oleh petambak garam dan badan usaha paling lambat 2024. Namun, garam untuk industri kimia atau chlor alkali dikecualikan dari peraturan ini.
Percepatan pembangunan pergaraman nasional tersebut dilaksanakan pada Sentra Ekonomi Garam Rakyat atau Segar, kawasan usaha pergaraman yang dilakukan secara terintegrasi. Kawasan usaha ini ditetapkan pada provinsi yang memiliki potensi pengembangan usaha pergaraman dengan kriteria tersedia lahan untuk produksi garam, prasarana dan sarana usaha pergaraman, dan pangsa pasar garam, serta mendapat dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau pemangku kepentingan.
Sementara itu, guna mencapai target tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membangun sentra garam di sejumlah daerah, salah satunya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Victor Gustaaf Manoppo menyampaikan, saat ini KKP sudah melakukan inventarisasi di beberapa daerah untuk dijadikan sebagai daerah sentra garam.
“Jadi sudah [ada] beberapa daerah yang sudah kita inventarisasi, salah satunya NTT,” kata Victor kepada awak media di Kebumen, beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
OJK mencatat industri BPR/BPRS tetap tumbuh hingga Maret 2026 dengan aset Rp236,69 triliun dan permodalan kuat.
Cek jadwal SIM Sleman Senin 28 September 2026, lokasi pelayanan, jam buka, jenis layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Cek jadwal DAMRI YIA-Jogja Senin 28 September 2026, lengkap dengan rute, jam keberangkatan, dan tarif promo Rp50.000.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 28 September 2026, lengkap dengan 10 jadwal keberangkatan dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.