Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Ilustrasi Doa/ Ist
Harianjogja.com, SOLO—Hari Kenaikan Isa Almasih yang pada tahun ini diperingati pada Kamis, 18 Mei 2023 membuat masyarakat penasaran apa sih itu hari yang dirayakan oleh umat nasrani tersebut?
BACA JUGA: Harapan Presiden Jokowi pada Kenaikan Isa Almasih
Pada Kamis besok, umat nasrani akan merayakan Kenaikan Isa Almasih. Pada perayaan tersebut, biasanya umat nasrani akan memadati gereja untuk menggelar misa atau peribadatan.
Kenaikan Isa Almasih merupakan hari yang sakral dan bersejarah dalam hidup umat nasrani dan biasanya diperingati pada hari ke-40 setelah Hari Raya Paskah.
Lalu, apa saja itu Kenaikan Isa Almasih?
Kenaikan Isa Almasih adalah salah satu hari raya umat Kristen untuk memperingati kenaikan Yesus Kristus ke surga. Mengutip Antara, dalam Kisah Para Rasul, kepada murid-muridNya, berpesan, “Kamu akan menjadi saksiKu di Yerussalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung Bumi. Dan Yesus pun terangkat ke surga, sambil disaksikan oleh murid-muridNya dalam keadaan tercengang.”
Dengan peristiwa Kenaikan Isa Almasih ke Surga, orang-orang Kristen percaya akan mendapat jaminan menjadi warga kerajaan surga sehingga pikiran dan perasaan orang hanya tertuju ke surga sebagai tempat persinggahan yang terakhir.
Setelah mengetahui apa itu Kenaikan Isa Almasih itu, peristiwa ini bisa meneguhkan keyakinan orang Kristen bahwa Yesus hidup sehingga tidak perlu gelisah dan tawar hati dalam menghadapi segala pergumulan hidup sebagai orang yang beriman di Bumi ini.
Kenaikan Yesus Kristus ke surga bermakna bagi umat nasrani untuk tidak hidup dalam kenikmatan duniawi saja, tetapi lebih memperhatikan kehidupan spiritual mereka.
Penulis Kristen, Laurens Darmani, mengatakan, kenaikan Yesus ke surga secara umum mengingatkan semua umat beragama di dunia ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan karena kenaikan tersebut memberi bukti konkrit kehidupan setelah kematian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Xi Jinping dan Donald Trump sepakat bangun hubungan baru China-AS, tapi isu Taiwan jadi ancaman serius konflik global.
Leo/Daniel melaju ke perempat final Thailand Open 2026 usai kalahkan wakil China. Siap hadapi tuan rumah dengan permainan agresif.
Gunungkidul ajukan pembangunan 9 jembatan senilai Rp27 miliar. Gantikan crossway rawan banjir demi kelancaran akses warga.
Disbud Bantul angkat sejarah Tan Djin Sing dan Madukismo. Generasi muda diajak memahami jejak Tionghoa di Jogja.
Piala Presiden 2026 libatkan 64 klub dari 38 provinsi. Erick Thohir sebut ajang ini jadi kunci pembinaan sepak bola dari akar rumput.