Biosferun 2026 Lintasi 3 Kabupaten di 2 Provinsi, Ini Jadwal dan Rutenya
Ajang lari lintas alam Biosferun 2026 kembali digelar pada 18 Oktober 2026. Memasuki penyelenggaraan kelima, event trail run ini menawarkan pengalaman berbeda.
Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan di Tol Boyolali sekitar KM 486 jalur A Semarang – Solo pada Kamis (20/4/2023) pagi. -JIBI/Solopos/Ni’matul Faizah
Harianjogja.com, BOYOLALI — Kecelakaan karambol yang melibatkan lima mobil terjadi di Tol Boyolali sekitar KM 486 jalur A Semarang–Solo pada Kamis (20/4/2023) pagi.
Peristwa kecelakaan di tol Boyolali merupakan kejadian kesekian kalinya akhir-akhir ini. Pada pekan lalu terjadi dua kecelakaan maut yang menewaskan total delapan orang.
Kapolres Boyolali, AKBP Petrus Parningotan Silalahi, mengungkapkan dalam kecelakaan karambol yang melibatkan lima mobil itu tersebut tidak ada korban jiwa. “Tidak ada korban jiwa,” kata dia kepada wartawan di lokasi kejadian.
Kapolres menjelaskan kronologi berawal dari bus yang mengalami tekor. Area menuju rest area 487 A atau di lajur A mengalami penurunan. “Jadi tanpa digas pun dia akan melaju, mobil. Khususnya mobil besar yang membawa muatan-muatan yang banyak. Sehingga kalau direm enggak bisa mendadak,” ujarnya.
Petrus menjelaskan pada waktu itu bus menabrak sejumlah mobil di depannya. Selanjutnya, Polres Boyolali membersihkan baik dengan cara derek atau dorong manual.
Menurut Kapolres, di lajur A sebenarnya polisi telah memberikan imbauan lewat pengeras suara untuk melambatkan laju kendaraan. “Tadi ada mobil mogok, kemudian, mobil mogok ini dihantam oleh bus yang sudah mencoba mengerem, tapi remnya mendadak. Enggak bisa, tekor,” kata dia.
Ada satu bus dan empat mobil yang terlibat dalam laka ini. Ia kembali mengingatkan kepada masyarakat kalau jalur A di Tol Boyolali menurun. Petrus juga mengakui kurangnya rambu-rambu untuk mengurangi kecepatan. “Tapi sudah kami bicarakan dengan pihak Badan Usaha Jalan Tol [BUJT] untuk ditambah [rambu mengurangi kecepatan]. Minimal reflektor lah,” kata dia.
Salah satu penumpang bus, Wahyu, 35, mengungkapkan kejadian kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Setahu dia, kendaraan di sebelah kiri yang menuju rest area sudah melambat. Namun, ia mengungkapkan bus saat itu melaju dengan kecepatan tinggi.
“Terus nabrak tiga kendaraan yang di depan. Ini saya mau mudik dari Jakarta ke Ngawi,” kata dia.
Sementara, puluhan penumpang bus yang awalnya menunggu sekitar dua jam akhirnya mendapat bus pengganti sekitar pukul 09.00 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : solopos
Ajang lari lintas alam Biosferun 2026 kembali digelar pada 18 Oktober 2026. Memasuki penyelenggaraan kelima, event trail run ini menawarkan pengalaman berbeda.
Cek mobil listrik di bawah Rp200 juta dan jarak tempuhnya. Ada Aira ev, BYD Atto 1, dan Seres E1 hingga 301 km.
Pemkot Jogja mendorong Gerakan Masyarakat Mencintai Pasar (Gemati) untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar rakyat sekaligus memperluas transaksi digital
Bea Cukai Soetta menggagalkan penyelundupan 5,226 kg etomidate oleh lima WN Malaysia yang disembunyikan di sol sepatu.
Influenza A belum ditemukan di Bantul hingga 1 Oktober. Dinkes mengingatkan warga memperkuat PHBS dan menjaga daya tahan tubuh.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.