PPh Final UMKM Persen Kini Hanya untuk WP Pribadi dan Koperasi
Pemerintah mencoret CV, firma, dan PT umum dari penerima PPh Final UMKM 0,5% untuk menutup celah penghindaran pajak.
Anies Baswedan/JIBI-Bisnis.com-Pernita Hestin Untari
Harianjogja.com, JAKARTA—Tingkat kesukaan publik terhadap Anies Baswedan menurun berdasarkan survei terbaru. Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza menyebut penurunan tingkat kesukaan masyarakat ke bakal calon presiden Anies Baswedan disebabkan oleh pernyataan dukungan oleh Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Menurut survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Maret 2023, tingkat kesukaan atau likeability Anies sebesar 72 persen. Angka itu turun dari survei sebelumnya, yang mana pada Desember 2022 tingkat kesukaan Anies sebesar 78 persen.
“Dukungan Demokrat dan PKS memberi dampak negatif juga cukup memengaruhi. Alasannya, kedua partai itu sebagai oposisi tidak dapat memainkan peran yang baik, mereka dianggap sekadar ‘julid’ kepada pemerintah, sekadar beda saja, tak ada tawaran yang menarik,” jelas Efriza kepada Bisnis.com, Kamis (23/3/2023).
Dia mencontohkan, PKS dan Demokrat tak bisa membangun persepsi positif ke kelompok oposisi. Di parlemen misalnya, mereka hanya bisa walk out tanpa argumentasi yang kuat.
“Bukti ini terlihat dengan pemerintah masih tinggi tingkat kepuasan masyarakatnya, sisi lain oposisi saat ini dianggap tidak merepresentasikan suara mayoritas masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan safari politik Anies juga dinilai tak berdampak positif. Efriza mengatakan bahwa Anies masih terbawa cara lama berkampanye seperti Pilkada DKI Jakarta 2017, yaitu dengan membangun kedekatan ke masyarakat secara sosiologis atas kesamaan identitas.
“Sementara membangun kedekatan melalui sosiologis, sudah mulai dinilai tak menarik, bahkan tak mencerminkan citra Indonesia yang berbineka. Anies juga tidak dapat menyentuh para pemilih dengan ceruk lebih luas,” ungkapnya.
Sejalan dengan itu, Anies juga tak mengembangkan ide-ide segar. Apalagi, saat ini Anies sudah tak punya jabatan publik. Akibatnya masyarakat tak bisa menilai kinerjanya.
“Beda dengan Prabowo dan Ganjar yang masih di pemerintahan yakni pusat dan daerah,” jelasnya.
Memang, survei SMRC menunjukkan dalam tiga bulan terakhir tingkat kesukaan Anies menurun. Padahal, selama masa itu Anies keliling ke beberapa daerah untuk bersafari politik.
Tak hanya itu, pada akhir Januari lalu Demokrat menyatakan sikap untuk mendukung Anies maju sebagai bakal calon presiden pada Pilpres 2024. Dukungan itu, dilanjutkan oleh PKS yang resmi mengusung Anies sebagai bakal calon presiden 2024 pada akhir Februari lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah mencoret CV, firma, dan PT umum dari penerima PPh Final UMKM 0,5% untuk menutup celah penghindaran pajak.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.
DKP DIY menggelar Gita Laut 2026 di Pantai Congot untuk menjaga sumber daya pesisir dan melibatkan generasi muda dalam sektor kelautan.
Warga Wirobrajan didorong mengolah sampah plastik menjadi kerajinan bernilai ekonomi. Bank Sampah Wira Peni kini memiliki 90 anggota.
Tiga ASN Jayawijaya tewas ditembak KKB. Jusuf Kalla mendorong operasi aparat diiringi pendekatan persuasif dan damai.