Utang RI Mendekati Rp8.000 Triliun, Ini Penjelasan BI
Bank Indonesia mencatat utang luar negeri Indonesia mencapai US$444,4 miliar atau Rp7.946,6 triliun per Mei 2026. Rasio terhadap PDB tercatat 29,9 persen dan ma
Anies Baswedan/JIBI-Bisnis.com-Pernita Hestin Untari
Harianjogja.com, JAKARTA—Tingkat kesukaan publik terhadap Anies Baswedan menurun berdasarkan survei terbaru. Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza menyebut penurunan tingkat kesukaan masyarakat ke bakal calon presiden Anies Baswedan disebabkan oleh pernyataan dukungan oleh Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Menurut survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Maret 2023, tingkat kesukaan atau likeability Anies sebesar 72 persen. Angka itu turun dari survei sebelumnya, yang mana pada Desember 2022 tingkat kesukaan Anies sebesar 78 persen.
“Dukungan Demokrat dan PKS memberi dampak negatif juga cukup memengaruhi. Alasannya, kedua partai itu sebagai oposisi tidak dapat memainkan peran yang baik, mereka dianggap sekadar ‘julid’ kepada pemerintah, sekadar beda saja, tak ada tawaran yang menarik,” jelas Efriza kepada Bisnis.com, Kamis (23/3/2023).
Dia mencontohkan, PKS dan Demokrat tak bisa membangun persepsi positif ke kelompok oposisi. Di parlemen misalnya, mereka hanya bisa walk out tanpa argumentasi yang kuat.
“Bukti ini terlihat dengan pemerintah masih tinggi tingkat kepuasan masyarakatnya, sisi lain oposisi saat ini dianggap tidak merepresentasikan suara mayoritas masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan safari politik Anies juga dinilai tak berdampak positif. Efriza mengatakan bahwa Anies masih terbawa cara lama berkampanye seperti Pilkada DKI Jakarta 2017, yaitu dengan membangun kedekatan ke masyarakat secara sosiologis atas kesamaan identitas.
“Sementara membangun kedekatan melalui sosiologis, sudah mulai dinilai tak menarik, bahkan tak mencerminkan citra Indonesia yang berbineka. Anies juga tidak dapat menyentuh para pemilih dengan ceruk lebih luas,” ungkapnya.
Sejalan dengan itu, Anies juga tak mengembangkan ide-ide segar. Apalagi, saat ini Anies sudah tak punya jabatan publik. Akibatnya masyarakat tak bisa menilai kinerjanya.
“Beda dengan Prabowo dan Ganjar yang masih di pemerintahan yakni pusat dan daerah,” jelasnya.
Memang, survei SMRC menunjukkan dalam tiga bulan terakhir tingkat kesukaan Anies menurun. Padahal, selama masa itu Anies keliling ke beberapa daerah untuk bersafari politik.
Tak hanya itu, pada akhir Januari lalu Demokrat menyatakan sikap untuk mendukung Anies maju sebagai bakal calon presiden pada Pilpres 2024. Dukungan itu, dilanjutkan oleh PKS yang resmi mengusung Anies sebagai bakal calon presiden 2024 pada akhir Februari lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Indonesia mencatat utang luar negeri Indonesia mencapai US$444,4 miliar atau Rp7.946,6 triliun per Mei 2026. Rasio terhadap PDB tercatat 29,9 persen dan ma
Pemda DIY mengantisipasi dampak El Nino dengan memastikan stok pangan, pengelolaan air, dan mitigasi kekeringan di wilayah rawan.
Penyempurnaan Suzuki Xl7 Resmi Meluncur, Makin Tegas Dengan Fitur Bermakna
Changan Indonesia meluncurkan Nevo Q05 di GIIAS 2026 dengan harga mulai Rp309 juta dan telah dirakit secara lokal di Purwakarta.
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
BMKG mengingatkan El Nino kategori kuat meningkatkan risiko kekeringan di Jawa Tengah yang mengancam pertanian dan sumber daya air.