Reklame Ilegal di Kota Jogja Ditarget Hilang Awal 2027
Pemkot Jogja menargetkan seluruh reklame ilegal tuntas ditertibkan pada awal 2027. Satpol PP telah menertibkan 2.767 reklame insidental sepanjang 2026.
Aktivitas kendaraan bermotor JJLS di ruas Girisekar-Planjan di Dusun Sawah, Girisekar, Panggang/Harian Jogja-David kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA–Pemerintah hingga saat ini masih merampungkan pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) DIY. Ditargetkan pada 2025, JJLS di DIY sudah selesai semua.
Asisten Pelaksanaan dan Pengawasan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) DIY, Wahyu Widyantoro menyampaikan untuk wilayah Kabupaten Gunungkidul masih ada satu paket pekerjaan yang sedang berjalan yakni ruas Jalan Terus-Jeruk Wudel 2 serta ruas Jalan Baru Kretek-Girijati sepanjang 5,6 kilometer. Selain itu ada pula paket pekerjaan JJLS untuk Jembatan Srandakan 3 yang menghubungkan Bantul dan Kulonprogo.
Menurut Wahyu, ruas Jalan Terus-Jeruk Wudel 2 pengerjaannya telah mencapai 50%. Kemudian untuk Jalan Baru Kretek-Girijati tengah dalam proses lelang. “Jalan Baru Kretek Girijati masih proses lelang. Ini untuk lelang Kretek Girijati di balai pengadaan," katanya Kamis (16/3/2023).
Sedangkan untuk Jembatan Srandakan 3 saat ini menurut Wahyu masih dalam tahap pembuatan Detail Engineering Design (DED). “Perencanaan desain DED, kalau pastinya belum tahu, karena mesti ada beberapa yang perlu kita diskusikan mengenai desain dan kearifan lokal,” ucapnya. Dia mengklaim belum dapat memastikan kapan DED Jembatan Srandakan 3 akan rampung.
BACA JUGA: Tok! Terdakwa Tragedi Kanjuruhan Divonis Bebas
Sebelumnya Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengusulkan agar Jembatan Srandakan 3 memasukkan unsur lokal dalam desainnya. Atas usulan tersebut, Wahyu menyampaikan pihaknya akan mengupayakan agar usulan tersebut terakomodir.
“Kita berusaha semaksimal mungkin, termasuk pohon-pohon lokal, sudah kita diskusikan, kita carikan. Semoga bisa terakomodir semua,” jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menargetkan seluruh reklame ilegal tuntas ditertibkan pada awal 2027. Satpol PP telah menertibkan 2.767 reklame insidental sepanjang 2026.
Sensus Ekonomi 2026 di DIY telah mencapai 69%. BPS DIY memastikan data pelaku usaha aman dan tidak berkaitan dengan perpajakan.
Komisi Yudisial menerima 1.402 laporan perilaku hakim pada Semester I 2026, meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Produksi ikan nila di Sleman mencapai 15.370 ton pada semester I 2026. Budi daya nila di Kapanewon Minggir dilaporkan masih aman.
residen Prabowo Subianto memimpin akad massal KPR 62.000 rumah subsidi di Batang. Program ini melibatkan penerima rumah subsidi dari berbagai daerah melalui ske
VinFast membuka dealer motor listrik pertama di DIY dan menawarkan pilihan pembelian maupun sewa baterai bagi konsumen.