Iran Tegas Tolak Proposal AS dan Pertahankan Blokade Hormuz
Iran menolak proposal negosiasi AS dan mempertahankan kebijakan pemblokiran Selat Hormuz dalam perundingan yang dimediasi Oman.
Ilustrasi taman bunga di Ranca Upas./JIBI
Harianjogja.com, SOLO—Masyarakat masih dibuat jengkel dengan arogansi pejabat publik yang suka pamer moge di media sosial.
Belum selesai masalah tersebut, kini giliran komunitas trail yang bikin masyarakat geram. Bagaimana tidak, sedang viral di media sosial komunitas trail merusak Edelweis Rawa di Ranca Upas, Ciwidey, Kabupaten Bandung.
Dalam video yang viral, diperlihatkan betapa indahnya Edelweis Rawa yang cantik, hijau dan asri. Bahkan, lahan tersebut kerap digunakan untuk berkemah para pecinta alam. Namun video selanjutnya memperlihatkan Edelweis Rawa yang hancur porak-poranda karena ulah komunitas trail.
BACA JUGA : Komunitas Trail Bertumbuh, Penjualan Viar Terdongkrak
Secara bersama-sama, komunitas trail tersebut melewati area Edelweis Rawa dan membuat bunga-bunga yang semula tumbuh subur dan indah rusak. Di video selanjunya, seorang warga yang diduga turut menanam dan memelihara tanaman tersebut kesal dengan ulah yang dilakukan oleh anggota komunitas trail ini.
Warga yang bersangkutan bahkan menyalahkan Perhutani karena telah mengizinkan event trail di Ranca Upas sehingga berakibat buruk pada tanama Edelweis yang dikembangkan di area tersebut.
"Untuk panitia yang menyelenggarakan event motor trail di Ranca Upas dan khususnya untuk orang Perhutani yang memberikan izin terkait acara tersebut, lihat ini dampaknya. Hancur!" kata pria tersebut dilansir dri video yang viral.
Pria tersebut juga mengatakan jika butuh waktu yang cukup lama untuk kembali menanam Edelweis, apalagi ini adalah bunga yang sangat langka.
BACA JUGA : Komunitas Jeep Trail Bersih-Bersih Pantai Gunungkidul
Menurutnya, Edelweis Rawa ini merupakan salah satu jenis buka hanya yang hanya tumbuh di wilayah-wilayah tertentu, termasuk Ranca Upas. Banyak netizen mengutuk aksi yang dilakukan oleh komunitas trail tersebut. Beberapa di antara mereka bahkan menyinggung tentang mental Orang Kaya Baru.
Menurut beberapa warganet, inilah yang akan terjadi jika peningkatan taraf hidup tidak diimbangi dengan peningkatan cara berpikir dan rasa empati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Iran menolak proposal negosiasi AS dan mempertahankan kebijakan pemblokiran Selat Hormuz dalam perundingan yang dimediasi Oman.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta menuju Palur lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Komdigi menyalurkan Starlink ke Nagekeo untuk menjaga konektivitas posko bencana dan fasilitas kesehatan pascagempa NTT.
Prabowo meminta edukasi bahaya karhutla diperkuat hingga masyarakat bawah. Pemerintah juga menyiapkan alat berat untuk buka lahan tanpa membakar.
OMC di kawasan IKN dimulai dengan penyemaian 800 kg garam untuk memicu hujan dan menambah cadangan air di tengah musim kemarau.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap Yogyakarta-Palur di sini.