11.869 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, BMKG Minta Warga Waspada
BMKG mencatat 11.869 titik panas di Kaltim pada 1-21 Agustus 2026 dan meminta penguatan mitigasi karhutla menjelang puncak panas.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—BPBD DKI mencatat 17 korban tewas, 49 orang luka berat dan dua orang luka sedang akibat kebakaran depo Pertamina Plumpang, Jumat (3/3/2023) malam.
BACA JUGA: Kebakaran Depo Plumpang: 8 Orang Hilang, 13 Terbakar
Sementara saat ini sebagian keluarga korban kebakaran depo Pertamina Plumpang mendatangi RS Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Sabtu untuk mencari anggota keluarga dan kerabatnya.
Mereka dilayani oleh pihak rumah sakit itu melalui dua posko. Posko pertama difungsikan untuk pendataan, sedangkan posko kedua untuk menampung informasi yang disampaikan oleh anggota keluarga.
Salah satu warga Jalan Tanah Merah Bawah, Koja, Jakarta Utara, yang menjadi korban kebakaran depo Pertamina Plumpang, Hadi (30). Dia sempat melarikan diri saat terdengar ledakan pertama di depo tersebut pada Jumat malam (3/3).
"Adik saya (Hadi) sempat melarikan diri bersama keluarga yang lain saat terjadi ledakan pertama di depo Pertamina tersebut," kata Kakak ipar Hadi, Siti Maimunah di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Namun Hadi kembali masuk ke rumah untuk mengambil barang-barang yang tertinggal. Namun naas, pada ledakan kedua yang lebih besar, Hadi tak kunjung keluar.
"Mungkin sudah menghirup bau bensin membuat Hadi lemas," kata Siti.
Siti menjelaskan, saat peristiwa itu terjadi Hadi tengah menonton TV di rumah kontrakannya yang berdekatan dengan depo Pertamina itu.
"Batasnya hanya tembok dengan depo Pertamina," ujarnya.
Kedatangannya ke RS Polri untuk mendaftar di posko antemortem guna memastikan apakah salah satu jenazah yang telah berada di rumah sakit itu merupakan jenazah Hadi.
"Pihak keluarga sudah mencari ke beberapa rumah sakit. Di Rumah Sakit Koja, Rumah Sakit Mulyasari dan Rumah Sakit Pelabuhan. Namun, ternyata sudah dibawa ke RS Polri," tuturnya.
Berdasarkan informasi yang diperolehnya bahwa salah satu jenazah memiliki ciri yang sama dengan Hadi, yakni ada tahi lalat di dagunya.
Namun untuk memastikan hal itu, kata dia, ibunya tengah menuju ke RS Polri untuk menjalani tes DNA mengingat data identitas Hadi ludes terbakar, baik KTP maupun Kartu Keluarga (KK).
"Data tentang Hadi tidak lengkap karena KTP dan kartu keluarga hangus terbakar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG mencatat 11.869 titik panas di Kaltim pada 1-21 Agustus 2026 dan meminta penguatan mitigasi karhutla menjelang puncak panas.
Prabowo menegaskan pelaku karhutla akan ditindak. Izin korporasi bisa dicabut jika terbukti melakukan pelanggaran hukum.
LRT Jabodebek mencatat rekor 3,06 juta penumpang pada Juli 2026, tertinggi sejak beroperasi dan tumbuh 21% secara tahunan.
BMKG mencatat 776 titik panas di Kalsel pada Sabtu. Sebaran asap meluas ke Kalteng dan Kaltim, sementara jarak pandang turun hingga 200 meter
Suadesa Festival 2026 menghadirkan 40 UMKM dengan produk kerajinan, makanan dan kuliner untuk memperluas pasar serta menjaring pelanggan baru
DPRD Kota Jogja mendorong korban kekerasan mendapat pendampingan hingga pulih dari trauma melalui Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak.