Piala Dunia 2026, Siswa Meksiko Libur Sekolah 3 Bulan
Pemerintah Meksiko mempercepat libur sekolah demi Piala Dunia 2026. Siswa akan menikmati masa libur hampir tiga bulan.
Warga melihat papan informasi terkait dengan batuan purba di Bukit Pertapan, Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Jumat (10/6/2022)./JIBI-Solopos.com
Harianjogja.com, KLATEN — Batuan purba di perbukitan wilayah Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah diperkirakan berusia 100 juta tahun. Bahkan batuan purba itu disebut-sebut sebagai yang tertua di Pulau Jawa.
Pada 2020 lalu, Pemkab Klaten pernah mewacanakan untuk menjadikan kawasan batuan purba yang belakangan ditambang untuk material uruk proyek tol Solo-Jogja itu sebagai wisata geopark atau geoheritage.
Usulan untuk menjadikan kawasan batuan purba Bayat sebagai geoheritage sudah disampaikan oleh Pemkab Klaten ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 11 November 2020.
Dari peninjauan yang dilakukan Dinas ESDM Jawa Tengah dan Kementerian ESDM di kawasan itu, Juni 2020, diketahui kawasan itu memiliki potensi batuan purba dan langka sehingga layak diusulkan menjadi geoheritage.
Ada 11 sampai 12 tempat batuan purba di kawasan di Bayat dan Wedi yang diusulkan menjadi geopark. Selama ini, kawasan perbukitan dengan batuan purba itu menjadi tempat penelitian hampir semua universitas yang memiliki Fakultas Geologi.
Para peneliti dari berbagai universitas dalam negeri hingga luar negeri pernah datang meneliti kandungan batuan purba di Bayat dan Wedi, Klaten. Bahkan, UGM memiliki kampus lapangan di kawasan tersebut.
BACA JUGA: Struktur Batuan Lebih Tua Ketimbang Merapi, Gunung Wungkal Layak Jadi Geoheritage
Kepala Stasiun Lapangan Geologi UGM, Didit Hadi Bariyanto mengatakan batuan yang menyusun bukit di Bayat itu bisa dikatakan yang tertua di Pulau Jawa. “Ada yang pernah kami teliti, batuannya ada yang berumur 98,5 juta tahun, jadi kira-kira sekitar 100 juta tahun,” kata Didit, Kamis (2/3/2023).
Proses Terbentuknya Bumi
Didit pun kemudian menjelaskan arti penting dari batuan purba di Bayat, Klaten. Menurutnya, batuan merekam proses alam mulai dari suhu, kehidupan zaman dahulu, aktivitas tektonik di masa lampau, serta kondisi lingkungan di masa lampau.
“Jadi ada batu 100 juta tahun lalu sampai sekarang, itu bisa melihat sejarah masa lampau bagaimana bumi terbentuk, bagaimana Pulau Jawa terbentuk serta kegempaannya dan sebagainya, akan terekam di batu itu,” kata Didit.
Jika batuan purba di Bayat, Klaten, itu hilang, Didit mengibaratkan seperti kehilangan lembar sejarah. Sejarah digunakan untuk melihat pola yang terjadi di masa sebelumnya untuk memprediksi masa depan. “Proses alam itu punya siklus. Arti pentingnya di sana,” ujarnya.
Soal penambangan batuan di dua bukit wilayah Bayat untuk material proyek tol Solo-Jogja, Didit mengaku sudah menanyakan ke berbagai pihak yang berkompeten. Didit juga sudah bertanya ke kontraktor maupun kementerian terkait.
Jawaban yang diperoleh Didit yakni bahwa tanah di Bayat dinilai memenuhi spesifikasi teknis tanah uruk untuk jalan tol. Sementara tanah di tempat lain dinilai tidak sesuai.
Dia mengakui situasinya memang serbasulit bahkan dia mengibaratkan seperti makan buah simalakama. Di satu sisi, batuan itu dibutuhkan untuk proyek tol, namun di sisi lain ada ancaman rusaknya rekaman sejarah perjalanan bumi pada batuan yang ditambang tersebut.
Menurut Didik, dari aktivitas penambangan untuk material tol di perbukitan di Bayat termasuk Bukit Cakaran dan bukit di sisi utara Gunung Konang, batuan purba dan langka yang selama ini tertimbun akhirnya tersingkap.
Seperti di lokasi tambang uruk tol sisi utara Gunung Konang. Dari kegiatan tambang itu tersingkap batuan grafit yang sangat besar, marmer, serta bekas magma purba yang berumur 30 juta tahun. Batuan itu dulunya tertutup tanah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos.com
Pemerintah Meksiko mempercepat libur sekolah demi Piala Dunia 2026. Siswa akan menikmati masa libur hampir tiga bulan.
Meta disebut memasuki “Era Zombie” karena Facebook mulai ditinggalkan generasi muda di tengah belanja besar AI.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.