BKPM Ungkap Penyebab Lelang Sistem OSS Rp26,46 Miliar Gagal
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyapa para relawan saat peresmian relawan IndonesiAnies di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Selasa (2/11/2022). Kelompok relawan IndonesiAnies nantinya akan menggalang dukungan kepada Anies Baswedan yang telah diusung Partai NasDem dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA– Bakal calon presiden dari Partai NasDem Anies Baswedan kembali menyinggung bagaimana demokrasi di suatu negara bisa mati.
Anies menyinggung hal tersebut seusai menonton film dokumenter The Edge of Democracy (2019) bersama putranya Mikail Azizi. Dia pun membagikan momen sekaligus mengulas film itu di media sosial pribadinya, Senin (2/1/2022).
“Menonton dokumenter ini mengingatkan pada buku How Democracies Die, bahwa ada tiga tahap untuk melemahkan demokrasi secara perlahan dan tak disadari,” tulis Anies.
Dia pun menjelaskan tiga tahapan tersebut. Pertama, dengan menguasai 'wasit' dalam demokrasi. Caranya, dengan mengganti para wasit itu dengan yang pro penguasa.
BACA JUGA: Diserang Gerombolan Tawon Vespa, Pria Ini Meninggal Dunia
“Ganti para pemegang kekuasaan di lembaga negara netral dengan pendukung status quo,” jelas mantan gubernur DKI Jakarta itu.
Kedua, singkirkan para oposisi dengan cara kriminalisasi, suap, ataupun skandal. Ketiga, dengan cara ganti aturan main terkait kekuasaan.
“Ubah peraturan negara untuk melegalkan penambahan dan pelanggengan kekuasaan,” ujar Anies.
Lebih lanjut, dia mengatakan pelemahan demokrasi sering kali diterima masyarakat karena terjadi secara perlahan. Dengan perubahan secara bertahan, publik jadi terbiasa dengan kondisi baru yang sebenarnya buruk.
“Kondisi yang penuh oleh praktik yang dulunya dipandang tidak normal dan tidak boleh dinormalkan dalam demokrasi, tapi karena perburukkannya berlangsung perlahan maka tanpa disadar dianggap kewajaran baru,” jelasnya.
Oleh sebab itu, Anies menekankan demokrasi tak boleh dianggap sebagaimana sebuah hadiah melainkan suatu yang harus diperjuangkan dan dirawat. Penyimbangan prinsip demokrasi, meski sedikit, tak boleh dibiarkan.
“Pesan pentingnya: bila terlambat maka akan menjadi terlalu berat untuk dikembalikan pada relnya,” tekan Anies.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan tak langsung datang ke NTT usai gempa M7,7. Ia tak ingin pejabat daerah sibuk menjemput dan fokus warga terganggu.
KPK menggeledah Rektorat Unsoed dan sejumlah rumah tersangka kasus dugaan korupsi PMB jalur Mandiri. Penyidik menyita dokumen dan bukti elektronik.
DPRD) Klaten menggelar rapat paripurna dengan agenda pemungutan dan penghitungan suara calon Wakil Bupati (Wabup) Klaten sisa masa jabatan 2025-2030
Pemkot Jogja memadukan CKG dengan skrining TB untuk menemukan kasus secara dini, menyasar anak kelompok rentan, kontak erat pasien, dan warga berisiko.
Kemenkes mengungkap kualitas udara sejumlah wilayah Indonesia masuk kategori berbahaya akibat karhutla. Palangka Raya mencatat ISPU 573.