5 Pabrik Tekstil Bakal Tutup, 12.000 Karyawan Terancam Di-PHK
laku industri tekstil mengaku produk impor semakin deras sehingga mengancam keberlangsungan usaha dan menjamurnya PHK massal.
Ilustrasi leptospirosis,/JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA - Di musim hujan, ancaman banjir terjadi di beberapa daerah Tanah Air, termasuk DIY.
Salah satu penyakit yang bisa timbul akibat banjir yang harus diwaspadai, selain diare adalah leptospirosis. Ini merupakan penyakit yang ditularkan melalui kencing tikus. Bakteri penyebabnya, Leptospira, masuk melalui kulit yang lecet atau selaput lendir saat berada dalam banjir, genangan air, selokan ataupun lumpur.
Berikut fakta-fakta mengenai penyakit leptospirosis yang harus diketahui berdasarkan laman Unit Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan dan CDC.
Salah satu gejala leptospirosis, kekuningan pada kulit.
Perbedaan leptospirosis dengan penyakit musim hujan umumnya adalah alami kekuningan pada kulit. Meskipun pada beberapa kasus, orang tidak menunjukkan gejala apapun.
Berikut gejala lain yang juga mengiringi penyakit leptospirosis:
Terjadi dalam dua fase
Setelah orang terinfeksi bakteri Leptospira, menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), butuh waktu dua hari sampai empat minggu untuk munculnya gejala. Biasanya dimulai tiba-tiba dengan demam dan gejala lainnya.
Leptospirosis dapat terjadi dalam dua fase:
Sebabkan kematian
Meskipun terlihat seperti penyakit yang umum, terlebih saat banjir melanda, CDC mengungkap, leptospirosis bisa sebabkan kematian.
Hal ini bisa terjadi jika seseorang yang terinfeksi bakteri penyebab penyakit ini, namun tidak mendapatkan pengobatan.
Kondisi serius lain yang bisa ditimbulkan oleh leptospirosis tanpa pengobatan, adalah kerusakan ginjal, meningitis atau radang selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang, gagal hati, dan gangguan pernapasan.
Bisa diatasi dengan antibiotik
Penanganan leptospirosis bisa dengan menggunakan antibiotik seperti doksisiklin atau penisilin. Namun, beberapa jenis antibiotik tersebut harus diberikan pada awal perjalanan penyakit.
Jika gejala penyakit ini sudah semakin parah, antibiotik intravena mungkin diperlukan. Orang dengan gejala sugestif leptospirosis harus menghubungi fasilitas layanan kesehatan.
Karena penyakit ini timbul akibat bakteri yang masuk pada saat kulit kontak dengan genangan, maka cara terbaik mencegah penyakit ini adalah dengan melindungi kulit pada saat akan melakukan kontak tersebut.
Caranya bisa dengan menggunakan sepatu bot, baik saat membersihkan rumah selepas banjir, membersihkan selokan, dan aktivitas lain yang membuat kulit berkontak dengan genangan air.
Selain itu, Kemenkes juga menyarankan untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun setelah beraktivitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
laku industri tekstil mengaku produk impor semakin deras sehingga mengancam keberlangsungan usaha dan menjamurnya PHK massal.
MK menggelar sidang lanjutan uji materi KUHP Baru. Pasal penghinaan presiden hingga pidana zina menjadi sorotan.
Wisatawan di Jogja masih terpusat di Malioboro. Dinpar Kota Jogja dorong kunjungan kampung wisata lewat Program Bule Mengajar.
Atletico Madrid menang 1-0 atas Girona di Liga Spanyol 2025/2026. Ademola Lookman mencetak gol kemenangan Los Colchoneros.
Prabowo menyerahkan alutsista TNI di Halim Perdanakusuma. Enam jet tempur Rafale jadi sorotan modernisasi TNI AU.
Alex Marquez mengalami patah tulang selangka dan retak leher usai kecelakaan hebat di MotoGP Catalunya 2026.