Harga Minyak Melejit, Pemerintah Siapkan Opsi WFH dan Hemat Rp80 T
Pemerintah kaji WFH dan efisiensi anggaran Rp80 triliun akibat konflik Timur Tengah. Kemenkeu siapkan mitigasi dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN.
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kiri) didampingi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan tertutup di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, Kamis (23/6/2022). ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan pihaknya telah menyerahkan wewenang penuh kepada Anies Baswedan untuk memilih calon wakil presiden (cawapres).
Saat ditanya awak media apakah akan setuju dengan duet Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon presiden (capres) dan cawapres, Surya Paloh hanya mengatakan akan merestui apa yang baik-baik saja.
"Kalau saya, orang tua ini apa, kalau yang baik-baik pasti saya restui," jawab Surya saat ditemui awak media seusai makan siang bersama AHY di Wisma Nusantara, Jakarta, Rabu (26/10/2022).
Dia mengaku tak tahu apakah AHY termasuk dalam kriteria cawapres yang ditetapkan Anies. Menurutnya, hanya Anies yang bisa menjawab itu.
Surya juga tak menyangkal, beberapa lembaga survei menyatakan duet Anies-AHY dapat memenangkan kontestasi Pilpres 2024. Meski begitu, dia merasa duet Anies-AHY tetap harus dimatangkan jika benar akan diusung secara bersama oleh NasDem, Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
BACA JUGA: Mahasiswa Rentan Stres, Psikolog: Hidup yang Serba Mudah Jadi Penyebabnya
"Bisa saja [duet Anies-AHY memenangkan Pilpres], tapi itu lah barang kali harus di matangkan juga kan," jelasnya.
Dia pun menegaskan baik NasDem, Demokrat, dan PKS masih mencari-cari pasangan terbaik untuk Anies di Pilpres 2024.
"Kita cari, kita utak-atik, kita lihat lagi, kita lihat tanda-tanda, bahasa dari berbagai aspek, yang memungkinkan hingga pasangan Pak Anies seperti yang diharapkan beliau sebagai capres," ujar Surya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pemerintah kaji WFH dan efisiensi anggaran Rp80 triliun akibat konflik Timur Tengah. Kemenkeu siapkan mitigasi dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.