Operasional KA Pangrango Terganggu Longsor, KAI Klaim Ganti 60% Tiket
Longsor di area jalur rel KM 17+7/8 antara Stasiun Cicurug dan Maseng berdampak pada operasional perjalanan KA Pangrango lintas Bogor- Sukabumi.
Vaksin polio/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Balita dan anak-anak di Indonesia, diwajibkan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk diberikan berbagai vaksin. Inilah salah satu alasan mengapa di Indonesia ada pos pelayanan terpadu atau posyandu.
Ada beberapa jenis vaksinasi yang diberikan kepada balita dan anak-anak di bawah usia 15 tahun atau di bawah usia kelas 5 SD. Berikut daftarnya:
Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan Pemerintah Aceh, berikut vaksin yang harus diberikan pada anak.
Pada umur 1 bulan, bayi diharuskan menerima imunisasi BCG Polio 1. Ini ditujukan untuk mencegah penularan penyakit tuberculosis dan polio pada anak.
Selanjutnya, pada usia 2 bulan, bayi harus menerima imunisasi DPT-HB-Hib 1 Polio 2. Ini bertujuan untuk mencegah bayi menderita polio, difteri, batuk teman, retanus, hepatitis B, meningitis dan pneumonia.
Pada usia 3 bulan, bayi harus menerima imunisasi DPT-HB-Hib 2 Polio 3.
Pada usia 4 bulan, bayi diharuskan menerima imunisasi DPT-HB-Hib 3 Polio 4
Di usia 9 bulan, bayi harus menerima imunisasi campak. Sesuai namanya, ini bertujuan untuk mencegah penyakit campak pada bayi.
Selanjutnya, ada beberapa imunisasi lanjutan pada bayi usia 18-24 bulan, ini merupakan imunisasi DPT-HB-Hib 1 dosis. Ini bertujuan untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia dan meningitis.
Pada usia Sekolah Dasar, Pemerintah mencanangkan program tahunan Bulan Imunisasi Nasional. Ini mencakup beberapa tahap imunisasi.
8. Pada kelas 1 SD, anak diharuskan menerima imunisasi campak tiba dan DT.
9. Kelas 2 dan kelas 5 SD, anak akan menerima imunisasi tethanus diphteria td.
Selanjutnya, tahun ini Kementerian Kesehatan menambahkan tiga jenis imunisasi tambahan untuk anak. Tiga jenis imunisasi atau vaksinasi itu adalah:
1. Vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PVC). Pemberian vaksin ini bertujuan untuk mencegah penyakit radang paru, radang selaput otak, radang telinga yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus.
Vaksin ini baru direncanakan diberikan pada anak secara nasional pada tahun 2023 mendatang
2. Lalu vaksin rotavirus, ini bertujuan untuk mencegah diare berat serta berbagai komplikasi penyakit yang disebabkan oleh virus rota, seperti namanya.
Vaksin ini sudah mulai diberikan pada tahun ini dan direncanakan akan diberikan secara nasional pada 2024 mendatang.
3. Dan terakhir, vaksin human papilloma virus (HPV). Ini merupakan vaksin yang diberikan kepada anak perempuan, untuk mencegah kanker leher rahim atau kanker serviks.
Vaksin ini diberikan pada kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) setiap bulan Agustus dan diberikan pada anak kelas 5 dan 6 SD.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Longsor di area jalur rel KM 17+7/8 antara Stasiun Cicurug dan Maseng berdampak pada operasional perjalanan KA Pangrango lintas Bogor- Sukabumi.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.
Arema FC hajar PSBS Biak 5-2 di Bantul. Joel Vinicius dan Dalberto cetak brace, trio Brasil jadi kunci kemenangan.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.