Kualitas Udara Sejumlah Wilayah Masuk Kategori Berbahaya, Ini Daftarnya
Kemenkes mengungkap kualitas udara sejumlah wilayah Indonesia masuk kategori berbahaya akibat karhutla. Palangka Raya mencatat ISPU 573.
Foto ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Indonesia mengalami cuaca berawan pada Senin (26/9/2022).
Berdasarkan informasi prakiraan cuaca yang disampaikan BMKG melalui laman www.bmkg.go.id di Jakarta, Senin, cuaca berawan diprakirakan akan dialami oleh sejumlah daerah yakni Serang, Yogyakarta, Bandung, Semarang, dan Palangka Raya.
Selain itu Lampung, Pekanbaru, Medan, Samarinda, Makassar, Ambon, Jayapura, dan Manokwari juga diprakirakan berpotensi berawan.
Sementara cuaca di wilayah Jambi dan Palembang berpotensi berkabut.
Baca juga: Prakiraan Cuaca DIY: Sleman Berawan Tebal, Gunungkidul Hujan
Wilayah yang berpotensi cerah berawan pada hari ini adalah Banda Aceh, Jakarta, Padang, Denpasar, Mataram, Palu, Kendari, Manado, dan Sofifi.
Hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di Bengkulu, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Tanjung Selor, dan Mamuju.
Selanjutnya BMKG memprediksi cuaca di wilayah Pontianak akan mengalami hujan petir hari ini.
Wilayah yang diprediksi akan cerah adalah Surabaya, Gorontalo, Banjarmasin, dan Kupang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenkes mengungkap kualitas udara sejumlah wilayah Indonesia masuk kategori berbahaya akibat karhutla. Palangka Raya mencatat ISPU 573.
KA Malabar tertemper truk di Klaten, Kamis (27/8/2026). Sejumlah perjalanan KA Daop 6 Jogja terdampak keterlambatan hingga 289 menit.
Lebih dari 400 WNA masuk daftar 579 wisatawan hilang akibat banjir bandang Nepal. India, AS, Australia hingga Jepang terdampak.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp81.800 per kg. Simak daftar lengkap harga pangan nasional berdasarkan PIHPS hari ini, Kamis 27 Agustus 2026.
Demo 27 Agustus di Kompleks DPR dikawal ketat. Water cannon, kendaraan lapis baja, dan 18.504 personel disiagakan.
Banjir bandang Nepal-Tibet menewaskan sedikitnya 160 orang dan menyebabkan ratusan orang hilang. Simak kronologi dan dugaan pemicunya.