Inflasi Juni 2026 Capai 0,44 Persen, Transportasi Penyumbang Utama
BPS mencatat inflasi Juni 2026 sebesar 0,44% secara bulanan. Kenaikan dipicu sektor transportasi, BBM, dan harga sejumlah komoditas.
Ilustrasi virus Covid-19 varian AY.4.2/Times of India
Harianjogja.com, JAKARTA—Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengingatkan kepada masyarakat bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir, meski Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada pekan lalu mengatakan akhir pandemi sudah di depan mata.
Syahril menilai pernyataan WHO tersebut bukan pengumuman akhir dari pandemi, tetapi hanya mengingatkan bahwa akhir pandemi harus diraih.
"Tanggal 14 September yang lalu Sekjen WHO mengumumkan tanda-tanda pandemi ini sudah di depan mata, tapi beliau mengingatkan, bukan semata-mata berakhir, tapi tanda-tanda itu harus dijemput," ujar Syahril dalam diskusi virtual Meet the Expert: Kapan Pandemi Berakhir?, Jumat (23/9/2022).
Oleh karenanya, sambung Syahril, WHO mengimbau setiap negara untuk menyelesaikan vaksinasi terhadap lansia dan tenaga kesehatan. Selain itu, testing dan sequencing juga harus digiatkan agar dapat mendeteksi varian baru.
WHO juga mengingatkan bahwa sistem kesehatan juga harus dipersiapkan agar dapat melakukan pencegahan, pengendalian, dan menghadapi lonjakan kasus. Terakhir, lanjut Syahril, WHO juga menyarankan agar penyampaian informasi tentang pandemi harus jelas, yakni setiap orang masih bisa tertular dan masih ada kemungkinan muncul varian baru.
"Nah ini rekapan dari WHO, dapat melihat pandemi akan berakhir bukan berarti telah berakhir. Di banyak negara pembatasan sosial sudah dicabut tapi sesungguhnya gap vaksinasi masih besar," jelasnya.
Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono menambahkan bahwa pandemi memang belum berakhir dan masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Meski begitu, Pandu menilai WHO memang ingin mencabut status kedaruratan masyarakat, sebab saat ini kasus Covid-19 di seluruh negara hampir semunya menurun.
"Yang penting adalah kematian dapat ditekan serendah-rendahnya. Supaya makin rendah, WHO menyarankan penduduk yang berisiko harus mendapat vaksinasi 100 persen," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
BPS mencatat inflasi Juni 2026 sebesar 0,44% secara bulanan. Kenaikan dipicu sektor transportasi, BBM, dan harga sejumlah komoditas.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.