Terlibat Kasus Haji Ilegal, 24 WNI Ditangkap Polisi Arab Saudi
Sebanyak 24 WNI masih menjalani proses hukum kasus haji ilegal di Arab Saudi. KJRI Jeddah memastikan pendampingan kekonsuleran terus diberikan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/JIBI-Bisnis.com-Abdurachman
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan anggaran subsidi energi dapat bertambah Rp189 triliun jika harga dan konsumsi minyak tetap berada dalam kondisi saat ini hingga akhir tahun.
Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani seusai rapat kerja Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) dengan Menteri Keuangan, Selasa (23/8/2022). Dia menjawab pertanyaan awak media mengenai isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan pertimbangan pemerintah terkait subsidi energi.
BACA JUGA: KPK Temukan Bukti Suap Penerimaan Mahasiswa Baru di Kantor Rektorat Unila
Sri Mulyani menjelaskan bahwa dalam berbagai kesempatan, Presiden Joko Widodo meminta pihaknya untuk menghitung kecukupan anggaran subsidi energi, terutama untuk pertalite dan solar. Hasil kalkulasi ternyata menunjukkan bahwa anggaran subsidi Rp502 triliun—yang sudah naik tiga kali lipat dari tahun lalu—tidak akan cukup.
Alasannya, terdapat tren kenaikan konsumsi BBM hingga Juli 2022 lalu, dan apabila tren itu berlanjut hingga akhir tahun maka konsumsi BBM akan menyentuh 29 juta kilo liter. Padahal, pemerintah sudah menaikkan asumsi konsumsi BBM menjadi 23 juta kilo liter, atau terdapat kelebihan 6 juta kilo liter atau hampir 25 persen dari asumsi awal.
Selain itu, menurut Sri Mulyani, harga minyak dunia cenderung masih bergerak di US$104,9 per barrel atau di atas asumsi pemerintah yakni US$100 per barrel. Nilai tukar rupiah pun bergerak di kisaran Rp14.750, sementara asumsi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) adalah di Rp14.450.
Kemenkeu pun menilai bahwa jika tingkat konsumsi dan harga minyak terus berada di atas asumsi, dan nilai tukar yang masih melemah dari asumsi, maka kebutuhan subsidi BBM akan melampaui Rp502 triliun.
\"Kami perkirakan subsidi itu harus nambah lagi, bahkan bisa mencapai Rp198 triliun, di atas Rp502 triliun. Nambah, kalau kita tidak menaikkan [harga] BBM. Kalau tidak dilakukan apa-apa, tidak ada pembatasan, tidak ada apa-apa, maka Rp502 triliun tidak akan cukup. Nambah lagi bisa mencapai Rp698 triliun,\" ujar Sri Mulyani pada Selasa (23/8/2022).
Dia pun menyebut bahwa asumsi penambahan anggaran subsidi Rp198 triliun itu hanya memperhitungkan pertalite dan solar, belum termasuk liquid petroleum gas (LPG) 3 kilogram dan listrik.
BACA JUGA: Blangko Habis, Ratusan Orang di Gunungkidul Belum Bisa Mencetak SIM
Kondisi itu dilaporkan Sri Mulyani kepada Jokowi dan menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan kebijakan, baik terkait subsidi maupun harga BBM. Sri Mulyani sendiri enggan menjelaskan mengenai wacana kenaikan harga BBM, karena menurutnya tugas presiden bagi bendahara negara adalah melakukan perhitungan tadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Sebanyak 24 WNI masih menjalani proses hukum kasus haji ilegal di Arab Saudi. KJRI Jeddah memastikan pendampingan kekonsuleran terus diberikan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.