Rangkuman Gelombang PHK di Dunia Startup Digital Indonesia

DataIndonesia.id
DataIndonesia.id Sabtu, 18 Juni 2022 21:37 WIB
Rangkuman Gelombang PHK di Dunia Startup Digital Indonesia

Prahara melanda dunia startup digital. Foto ilustrasi. Bisnis/Arief Hermawan P

Harianjogja.com, JAKARTA -- Sejumlah perusahaan rintisan teknologi atau startup harus melakukan efisiensi dengan PHK demi terus bertahan hidup. 

Data gelombang PHK yang dirangkum antara lain mencakup jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) startup dunia dari waktu ke waktu, daftar startup yang melakukan PHK di Indonesia, fluktuasi pendanaan modal ventura dunia sejak 2018, indeks Nasdaq Compisite.

Selain itu, data penyebab bangkrutnya startup, hasil survai pengguna tentang alasan memakai layanan startup, perbaikan yang diperlukan kalangan startup, serta data lainnya.

Data dan visualisasi selengkapnya dapat disimak melalui laporan berjudul Musim Dingin Startup di Tengah Minimnya Arus Modal di DataIndonesia.id melalui tautan ini.

Perusahaan rintisan (startup) di seluruh dunia tengah memasuki “musim dingin”. Sejumlah startup harus melakukan efisiensi dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) demi terus bertahan hidup.

Kabar teranyar datang dari raksasa e-commerce Shopee. Salah satu startup terbesar di Asia Tenggara itu tengah merencanakan untuk mengurangi karyawannya di seluruh divisi Shopeefood dan Shopeepay di wilayah operasional mereka, seperti Asia Tenggara, Meksiko, Argentina. Chili, hingga Spanyol.

Shopee bukanlah satu-satunya startup yang melakukan efisiensi dengan melakukan PHK terhadap karyawannya. Menurut data Layoff.fyi, sudah ada 211 startup yang memecat karyawannya sejak 1 Januari-15 Juni 2022.

Simak data dan visualisasi selengkapnya mengenai prahara yang melanda dunia startup digital di DataIndonesia.id melalui tautan ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : DataIndonesia.id

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online